Namun begitu, dia masih menyisipkan ‘jalan damai’. Trump menyarankan Iran untuk mencari kesepakatan dengan AS.
“Mereka bisa saja membuat kesepakatan terakhir kali sebelum kita melakukan serangan besar terhadap mereka,” ucapnya. Kalimat itu terdengar seperti ultimatum.
Ancaman ini punya latar belakang. Awal tahun ini, AS pernah membom tiga fasilitas nuklir Iran. Trump sendiri menyebutnya sebagai keberhasilan militer terbesar.
Tapi situasinya mungkin berubah. Netanyahu, dalam beberapa minggu terakhir, terus memperingatkan soal ekspansi program rudal balistik Iran. Menurut sejumlah saksi, informasi terbaru inilah yang kemungkinan akan dia bawa ke meja pertemuan. Intinya sederhana: mungkin sudah waktunya untuk tindakan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Frankfurt Gagal Pertahankan Keunggulan, Köln Bangkit untuk Raih Poin 2-2
Petrokimia Gresik Sapu Bersih Jakarta Electric PLN 3-0 di Final Four Proliga
Keputusan Tahanan Rumah Yaqut Picu Gelombang Permohonan Serupa di KPK
Tokoh Madura Islah Bahrawi: Teror Aktivis Tamparan Keras bagi Demokrasi