Namun begitu, semua rencana itu bisa berantakan kalau datanya amburadul. Tito menegaskan, percepatan penanganan sangat bergantung pada kelengkapan dan kecepatan data yang dikumpulkan di lapangan. Makanya, Pemda diminta jadi ujung tombak, turun langsung hingga tingkat paling bawah.
Pendataan nggak cuma jadi tugas Pemda. BNPB juga akan turun tangan lewat BPBD di daerah. Nantinya, semua data dari berbagai sumber ini akan direkonsiliasi. Hasilnya jadi dasar yang solid untuk menyalurkan bantuan dan memutuskan anggaran, biar tepat sasaran.
Rapat penting itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat kunci. Selain Tito, hadir juga Menteri PKP Maruarar Sirait, CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Kepala BNPB Suharyanto. Mereka semua sepakat, kerja cepat dimulai dari data yang benar.
Artikel Terkait
Pria di Palopo Meninggal Gantung Diri Usai Tunjukkan Perilaku Mengkhawatirkan
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria Barru, Diduga Korban Tenggelam Saat Cari Kerang
Kisah Prajurit Ngatijan dan Ilmu Kebal yang Selamatkan Rekan dari Tembakan Belanda di Papua
Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Khusus untuk Berantas Penipuan Haji dan Umrah