Setelah dua kali mencoba, Faiz akhirnya berhasil. Mahasiswa asal Tangerang ini baru saja keluar dari Teater Bintang Planetarium TIM, wajahnya masih terlihat puas. Usianya 22 tahun, dan tiket yang dia pegang itu didapat dengan perjuangan yang cukup sengit. Bayangkan saja, tiket gratis itu habis hanya dalam waktu sekitar satu menit setelah pembukaan pendaftaran online.
"Satu menit sudah habis. Di google form, sudah enggak bisa diakses,"
kata Faiz di area TIM, Jakarta Pusat, Jumat lalu.
Dia mengaku sudah ikut 'perang tiket' sejak tanggal 24 Desember, tapi gagal. Keberhasilan baru datang di percobaan kedua, sehari setelahnya. "Tanggal 24 sudah ikut war tiket tapi enggak dapat. Dapat tiketnya hari kemarin, tanggal 25," ungkapnya sambil tertawa kecil.
Kegagalan pertama itu memberinya pelajaran berharga. Untuk percobaan kedua, persiapannya jauh lebih matang. Faiz sudah standby dari awal, memantau akun Instagram TIM Cikini seperti yang disarankan. Link pendaftaran yang biasanya ada di Linktree akun itu sudah dia simpan, siap di-klik segera setelah ada pengumuman.
"Yang kedua itu saya udah stand by dari awal. Kan link-nya udah dapat duluan,"
katanya.
Menurut pengalamannya, sistem google form itulah yang bikin persaingan jadi makin ketat. Banyak orang mengakses secara bersamaan, berebut mengisi data. "Mungkin ada yang duluan ngisi, udah submit, pas saya submit udah enggak bisa waktu itu," cerita Faiz. Begitu kuota terpenuhi, formulir langsung ditutup otomatis. Pihak TIM juga langsung mengonfirmasi lewat Instagram, mengupdate story bahwa tiket sudah habis dalam hitungan menit.
Nah, yang bikin Faiz nekat berebut tiket adalah Teater Bintang. Ini pengalaman pertamanya mengunjungi Planetarium, meski sebenarnya TIM bukan tempat asing baginya. "Sebelumnya ke TIM udah beberapa kali, tapi cuman ke perpustakaan biasanya," ujarnya.
Rasa penasaran itulah yang mendorongnya. "Pasti teater bintangnya. Dan juga katanya Planetarium-nya udah lama tutup ya katanya, sekitar 13 tahun. Jadi sekarang baru dibuka dan ada Teater Bintang. Katanya gratis, makanya saya coba,"
jelas Faiz.
Sebagai mahasiswa, dia berhak mendapat akses gratis dengan syarat mengunggah kartu tanda mahasiswa saat pendaftaran. Prosedurnya sendiri cukup sederhana: isi data diri di google form. Tapi kuncinya cuma satu: kecepatan. "Biasanya mereka update-nya itu melalui story Instagram, bentar lagi kita buka war tiket nih, gitu," ucap Faiz menirukan pola informasi dari TIM.
Planetarium TIM sendiri memang baru saja dihidupkan kembali. Setelah 'mati suri' selama 13 tahun, tempat ini resmi dibuka untuk umum pada Selasa, 23 Desember lalu. Bagi pengunjung seperti Faiz, pembukaan ini bukan sekadar berita, tapi sebuah pengalaman yang sayang untuk dilewatkan.
Artikel Terkait
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Arab Saudi, Tekankan Pemberdayaan Perempuan Kunci Kemajuan Negara
Megawati Raih Doktor Honoris Causa dari Universitas Perempuan Terbesar di Dunia
Megawati Raih Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Perempuan Terbesar di Arab Saudi
BMKG Makassar Imbau Waspada Hujan dan Angin Kencang di Sulsel Besok