Malam Minggu di kawasan Thamrin sempat ricuh oleh kejadian tak terduga. Sebuah papan reklame besar di fasad Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, tiba-tiba dilalap api. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul sembilan lebih delapan menit malam tadi.
Untungnya, respons penanganan berlangsung cepat. Nabila, selaku Corporate Communication PT Sarinah, menjelaskan bahwa api berhasil dipadamkan hanya dalam hitungan belasan menit. Mereka memanfaatkan hydrant yang ada di sisi barat gedung.
"PT Sarinah menyampaikan bahwa pada Minggu malam, sekitar pukul 21.08 WIB, telah terjadi insiden kebakaran di area fasad luar Gedung Sarinah Thamrin yaitu dekorasi berupa pita besar di sudut gedung," jelas Nabila.
Ia melanjutkan, "Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 21.20 WIB dengan memanfaatkan fasilitas hydrant yang tersedia."
Menurutnya, seluruh proses penanganan mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku. Koordinasi dengan pihak berwenang pun langsung dilakukan. Yang paling penting, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
"Kami memastikan bahwa dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa," tegas Nabila.
"Keselamatan dan kenyamanan pengunjung, karyawan, mitra kerja, serta seluruh pihak yang berada di lingkungan Sarinah senantiasa menjadi prioritas utama kami."
Pascakejadian, suasana perlahan kembali normal. Meski sempat terjadi kepanikan kecil, operasional Sarinah dikatakan tetap berjalan seperti biasa. Nabila memastikan pemantauan berkala dilakukan untuk menjaga keamanan.
"Terkait operasional, Sarinah beroperasi secara normal. Kami terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan seluruh aktivitas berjalan dengan aman dan nyaman bagi pengunjung," tuturnya.
Di sisi lain, investigasi masih berlangsung. Pihak Sarinah sendiri tengah melakukan pengecekan menyeluruh dan evaluasi. Mereka juga menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran itu.
Nabila bilang, insiden ini ditangani sesuai prosedur. Yang jelas, gedung ikonik itu masih berdiri kokoh. Aktivitas di dalamnya pun terus berdenyut, seolah malam yang menegangkan itu hanyalah sebuah intermezzo singkat.
Artikel Terkait
Ketua Komisi III DPR Desak Penanganan Adil Kasus Pembunuhan Ayah di Pariaman
Akses Jalan Utama di Aceh Pulih Bertahap Pasca Bencana 2025
Kemen HAM Soroti Gangguan Cuci Darah Pasien Gagal Ginjal Akibat Nonaktif BPJS
Banjir di Kendal Mulai Surut, 1.300 Rumah Terdampak