Tanggal 29 Desember ternyata bukan hari biasa. Dalam catatan sejarah, hari ini menyimpan berbagai peristiwa penting, dari yang memilukan hingga yang mengubah kebijakan. Baik di Indonesia maupun di belahan dunia lain, tanggal ini punya ceritanya sendiri.
Mari kita kilas balik beberapa momen bersejarah itu.
Duka di Aceh untuk Dunia Pers
Dunia jurnalistik Indonesia pernah berduka pada tanggal ini. Ersa Siregar, seorang wartawan RCTI yang dikenal banyak orang, gugur di tahun 2003. Ia tewas tertembak saat meliput konflik di Aceh, tepatnya di Desa Alue Matang Aron, Aceh Timur. Saat itu, kontak senjata antara TNI dan GAM sedang terjadi. Kepergian Ersa jadi pengingat nyata betapa berisiknya tugas jurnalis yang bekerja di daerah konflik. Rasanya, seluruh insan pers ikut merasakan kehilangan yang dalam.
Dua Uang Baru Beredar
Kalau yang satu ini mungkin masih diingat beberapa orang. Tepat pada 29 Desember 2004, Bank Indonesia mengeluarkan uang kertas baru. Pecahannya Rp20.000 dan Rp100.000, dengan Tahun Emisi 2004. Tujuannya jelas, untuk menyempurnakan sistem pembayaran kita. Selain itu, BI juga ingin meningkatkan kualitas dan tentu saja, keamanan uang rupiah yang kita pegang sehari-hari. Langkah yang cukup signifikan kala itu.
Patene Sang 'Penyihir'
Nah, melompat ke belahan dunia lain dan ke masa yang lebih lampau. Thomas Alva Edison, si legenda penemu itu, mematenkan radio pada 29 Desember 1891. Pria yang dijuluki "Penyihir dari Menlo Park" ini memang bukan main. Ratusan paten ia pegang. Yang menarik, Edison bukan cuma jenius mencipta, tapi juga pelopor dalam hal produksi massal untuk penelitian teknologi. Gaya kerjanya yang sistematis itu yang bikin banyak penemuan bisa terwujud.
Tragedi Kelam di Bandara New York
Namun, ada juga catatan kelam. Bandara LaGuardia di New York jadi lokasi tragedi mengerikan pada 29 Desember 1975. Sebuah bom meledak di sana. Akibatnya, 11 orang meninggal dan puluhan lainnya terluka. Peristiwa ini tercatat sebagai salah satu serangan teror paling parah yang pernah terjadi di bandara Amerika sepanjang tahun 1970-an. Suasana mencekam pasti menyelimuti kota itu kala itu.
Begitulah. Satu tanggal, banyak cerita. Setiap peristiwa meninggalkan jejaknya sendiri, membentuk memori kolektif kita.
Artikel Terkait
39 Warga Boven Digoel Mengungsi Pascapenembakan Pesawat oleh KKB
KKB Tembak Pesawat di Papua Selatan, Dua Pilot Tewas
Hari Pers Nasional 2026: Tantangan Media di Era Dominasi Algoritma dan Viralitas
Budayawan Sobary Bela Roy Suryo Cs di Polda: Mereka Jalankan Peran Intelektual