London digemparkan oleh aksi unik sekelompok aktivis pro-Palestina di penghujung Desember 2025. Mereka memasang poster bergambar Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan tulisan besar "WANTED" atau "Buronan" di berbagai sudut kota. Poster-poster itu terlihat mencolok di halte bus, tiang lampu jalan utama, bahkan di dekat beberapa landmark ikonik ibukota Inggris.
Menurut sejumlah saksi, aksi serupa ternyata bukan kali pertama. Beberapa pekan sebelumnya, kota Birmingham juga sempat menjadi sasaran kampanye visual yang sama. Tapi di London, skalanya terasa lebih luas dan terorganisir.
Lantas, apa yang melatarbelakangi aksi ini? Semuanya merujuk pada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada November 2024 silam. Netanyahu, bersama beberapa pejabat Israel lainnya, secara resmi dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan selama konflik di Gaza.
Para aktivis punya tujuan jelas. Mereka ingin status Netanyahu sebagai tersangka buronan internasional ini diketahui publik luas. Kampanye ini sekaligus menjadi desakan agar pemerintah Inggris konsisten dengan kewajiban hukum internasionalnya.
"Jika suatu saat Netanyahu datang ke sini, pemerintah wajib menindaklanjuti surat perintah ICC itu. Itu hukumnya," ujar salah seorang koordinator aksi yang enggan disebutkan namanya.
Di sisi lain, sikap pemerintah Inggris sendiri sebenarnya sudah cukup jelas. Mereka sebelumnya telah mengindikasikan akan mematuhi keputusan ICC. Artinya, secara hukum, mereka punya kewajiban untuk memproses surat perintah penangkapan itu jika Netanyahu benar-benar menginjakkan kaki di wilayah Inggris.
Aksi pemasangan poster ini viral berkat sebuah video yang beredar di platform media sosial. Video tersebut menunjukkan bagaimana poster-poster itu dipasang dan reaksi spontan sejumlah warga yang melintas.
Suasana di lapangan terlihat tegang namun damai. Poster yang ditempel di bus-bus kota, misalnya, hanya bertahan beberapa jam sebelum dibersihkan oleh petugas. Meski begitu, citra wajah Netanyahu dengan cap "Buronan" sudah terlanjur menyebar, memicu perdebatan hangat di ruang-ruang publik daring maupun luring.
Artikel Terkait
Polemik Proyek Kapal KKP dan Menkeu Berakhir Setelah Klarifikasi Langsung
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir 1,5 Meter di Dua Kecamatan Cirebon
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Meningkat di Berbagai Pesisir Indonesia pada Pertengahan Februari 2026
Warga Didorong Verifikasi Data DTSEN untuk Pastikan Akurasi Bansos