Prediksi Jokowi Soal Ijazah: Ditunjukkan pun, Masalah Tak Selesai
Isu ijazah Presiden Joko Widodo kembali berembus. Tapi, menurut seorang tokoh yang baru saja bertemu dengannya, Jokowi sendiri sudah menduga polemik ini tak akan berhenti meski dokumennya dibeberkan ke publik.
Dan prediksi itu, rupanya, terbukti. Setelah Polda Metro Jaya menggelar perkara khusus dan menunjukkan ijazah asli, perdebatan justru terus bergulir. Seolah-olah menunjukkan dokumen itu bukanlah kata akhir.
Mardiansyah Semar, Ketua Umum Rampai Nusantara, mengaku mendapat cerita langsung dari Jokowi soal ini. Mereka bertemu berdua saja, belum lama ini. Pertemuan itu berlangsung hampir dua jam, tapi anehnya, pembicaraan serius tentang ijazah cuma makan waktu kurang dari satu menit.
"Berapa hari lalu saya ketemu dengan Pak Jokowi. Dari hampir 2 jam saya bicara dengan beliau, cuma sekitar 50 detik dia berbicara soal ijazah,"
"Kalimatnya cuma, 'kan saya sudah duga sambil senyum pasti (ijazah saya) diperlihatkan pun juga tidak akan menyelesaikan persoalan.' Itu Pak Jokowi sampaikan ke saya dan setelah itu tidak pernah bicara soal ijazah lagi."
Nada Jokowi digambarkan santai, bahkan sambil tersenyum. Seperti orang yang sudah tahu bagaimana akhir ceritanya. Dan kenyataannya, setelah gelar perkara khusus di Polda Metro pada pertengahan Desember lalu, situasinya memang persis seperti yang dia katakan.
Gelar Perkara dan Keberatan yang Tak Reda
Ijazah asli itu akhirnya ditunjukkan penyidik pada Senin, 15 Desember 2025. Roy Suryo dan kawan-kawan yang selama ini mempersoalkan keasliannya pun hadir. Tapi, alih-alih tuntas, masalah malah berlarut.
Pihak yang menuding tetap bersikeras. Rismon Sianipar, salah satu tersangka dalam kasus ini, bahkan menyebut ada kejanggalan yang langsung terlihat oleh mata telanjang.
"Dari sejumlah pengamatan kami meskipun kami lakukan dengan mata telanjang, itu ada sejumlah kejanggalan,"
"Karena itu lurus, hitam, yang saya lihat itu cacat digital printing... Belum lagi dua bintik noda hitam, itu saya kira itu cacat printing."
Rismon sampai membandingkan ketebalan kertas ijazahnya sendiri dengan yang ditunjukkan. Baginya, detail-detail kecil itu cukup untuk mempertahankan keraguannya. Jadi, meski dokumen sudah ada di depan mata, proses hukum dan perdebatan publik tampaknya masih punya jalan panjang.
Siapa Mardiansyah Semar?
Lalu, siapa sebenarnya orang yang mengaku mendapat cerita langsung dari Jokowi ini? Mardiansyah Semar memimpin Rampai Nusantara, sebuah organisasi kemasyarakatan yang awalnya tumbuh dari gerakan relawan.
Ormas ini kini punya struktur di banyak provinsi dan kabupaten. Mereka aktif di isu sosial, bantuan kemanusiaan, sampai hal-hal yang berbau kebangsaan. Yang menarik, organisasi ini disebut-sebut punya kedekatan dengan istana. Joko Widodo sendiri dikabarkan menjadi Ketua Dewan Pembinanya.
Posisi itu membuat Rampai Nusantara sering dilihat sebagai kekuatan sipil yang punya akses. Mardiansyah sendiri kerap muncul menyuarakan pandangan soal politik dan hukum. Pertemuannya dengan Jokowi dan cerita singkat tentang ijazah itu sekadar menegaskan bahwa komunikasi antara mereka memang berjalan.
Di sisi lain, kasus ijazah ini seperti lingkaran yang tak berujung. Prediksi Jokowi terbukti. Ditunjukkan pun, masalah tak selesai. Sekarang, semua kembali ke meja penyidik. Mereka yang harus memutuskan, kapan dan bagaimana cerita ini akhirnya berhenti berputar.
Disarikan dari berbagai sumber pemberitaan.
Artikel Terkait
Satgas Cartenz 2026 Amankan Senjata Rakitan di Rumah Kosong Yahukimo
Manchester United Hadapi Ujian Mental di London Stadium Lawan West Ham
Mentan: Kolaborasi dengan Polri Kunci Ketahanan Pangan Nasional
IHSG Menguat 1,24% ke 8.131, Analis Soroti Peluang dan Kewaspadaan