Kota Palembang berduka. Sebuah insiden lalu lintas yang terjadi beberapa waktu lalu telah merenggut nyawa Sri Rahma Sari, seorang ibu muda asal Musi Rawas. Suaminya, Robinsar, hingga kini masih berjuang antara hidup dan mati di rumah sakit. Kini, proses hukum mulai bergulir, mengikuti duka yang masih terasa pekat.
Kepolisian akhirnya menetapkan dua orang pengemudi sebagai tersangka. Mereka adalah Dendi (23), yang mengendarai Toyota Raize, dan Ahmad Aulan Segentar (23), sopir Toyota Innova Zenix. Penetapan ini bukan tanpa alasan. Penyidik sudah memeriksa saksi, mendengar keterangan kedua pengemudi, dan tentu saja, mengolah TKP dengan cermat.
Iptu Hermanto, Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, menjelaskan pasal yang menjerat keduanya.
"Kami menjerat Pasal 310 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, karena kecelakaan ini berakibat fatal, ada korban jiwa," ujarnya.
Cerita di balik tragedi ini sungguh memilukan. Menurut informasi, pasangan suami istri itu sedang menunggu anak mereka yang dirawat di RSMH. Saat hendak menyeberang jalan, malapetaka datang. Dua mobil menghantam mereka.
Kedua mobil yang terlibat masih disimpan di kantor Satlantas. Barang bukti itu diam, tapi bicara banyak tentang kelalaian di jalan raya.
Di sisi lain, kasus ini seperti alarm yang berbunyi keras. Polisi menilai kecepatan dan kecerobohan pengemudi masih jadi biang kerok utama kecelakaan di kota. Pesannya jelas: jangan ngebut, apalagi di jalan dalam kota yang selalu ramai.
"Kami minta pengendara tidak memacu kendaraannya secara berlebihan. Itu sangat riskan," tegas Hermanto.
Namun begitu, tindakan represif saja tidak cukup. Satlantas Polrestabes Palembang kini juga memperketat patroli. Titik-titik rawan dan lokasi yang sering dijadikan ajang balap liar mendapat perhatian khusus. Mereka juga mengajak semua pihak, dari keluarga sampai komunitas, untuk ikut menyebarkan virus keselamatan berkendara, terutama ke generasi muda.
Sebuah keluarga tercerai, seorang anak kehilangan ibunya. Di balik semua proses hukum dan imbauan, itulah luka yang paling dalam dan butuh waktu sangat lama untuk sembuh.
Artikel Terkait
Organisasi Ulama Internasional Dukung Iran dan Peringatkan Risiko Eskalasi Konflik
Pemerintah Rilis Jadwal Lengkap TKA 2026 untuk Siswa SD dan SMP
Manchester City Kalahkan Liverpool 2-1 Berkat Gol Telat Haaland
Bayern Munich Hajar Hoffenheim 5-1, Luis Díaz Cetak Hattrick