Jakarta Liburan sekolah sudah tiba. Saatnya bersenang-senang, tapi jangan lupa, ancaman penyakit juga sering mengintai di masa-masa seperti ini. Masyarakat, terutama para orang tua, perlu lebih waspada.
Menurut Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A.(K), seorang spesialis anak, langkah antisipasi itu penting. Salah satu yang utama adalah melengkapi imunisasi.
"Kalau bisa, lengkapi imunisasi terkait penyakit respiratori. Yang paling sering mungkin influenza," ujarnya.
"Untuk imunisasi lain yang sudah diberikan saat bayi, itu sebenarnya sudah banyak melindungi anak dari infeksi saluran pernapasan akut."
Pernyataannya ini dikutip dari ANTARA, Kamis lalu.
Nastiti membeberkan, ada beberapa penyakit yang kerap muncul saat liburan dan suka menyerang anak-anak. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah salah satu yang utama. Gejalanya sudah familiar: batuk, pilek, kadang disertai demam.
Lalu, kenapa penyakit ini mudah menyebar saat liburan? Faktor pemicunya biasanya penularan dari orang yang sudah sakit sebelumnya. Tempat-tempat keramaian seperti wahana bermain atau pusat perbelanjaan menjadi lokasi ideal bagi virus dan bakteri untuk berpindah tangan.
Selain ISPA, masalah pencernaan juga patut diwaspadai. Diare, muntah, atau sakit perut bisa mengganggu keseruan liburan. Pencetusnya seringkali sederhana: anak mencoba makanan yang tidak biasa dimakan, atau kebersihan makanannya kurang terjaga. Makanan terlalu pedas atau asam juga bisa jadi biang keladi.
Tak hanya itu, cuaca ekstrem juga berperan. Daerah dingin berisiko memicu flu, sementara tempat panas bisa menyebabkan heatstroke atau sunburn. Bahkan, penyakit khas daerah seperti campak atau demam berdarah bisa mengintai, terutama di musim hujan.
Aktivitas fisik yang berat selama liburan juga punya risikonya sendiri. Mulai dari terkilir, lecet, sampai cedera yang lebih serius.
"Nah, untuk penyakit-penyakit lain, kita harus tahu kondisi daerah tujuan. Kalau di sana sedang ada lonjakan kasus campak atau DBD, ya risiko tertular saat liburan juga ada," kata Nastiti.
Lantas, bagaimana cara mengantisipasi ISPA saat bepergian? Nastiti menyarankan untuk menyiapkan masker dengan ukuran yang pas untuk anak. Bawa juga obat-obatan dasar, seperti parasetamol untuk penurun demam.
Hal sederhana lain: hindari area yang penuh asap rokok. Carilah tempat dengan ventilasi udara yang baik. Itu bisa membuat perbedaan.
Ia juga mengingatkan soal mengukur kemampuan anak. Jangan buat jadwal kunjungan terlalu padat. Anak butuh istirahat dan makan teratur. Memaksakan diri hanya akan berujung pada kelelahan.
Kiat Khusus untuk Liburan ke Luar Negeri
Jika rencananya adalah liburan ke luar negeri, persiapannya harus lebih matang lagi. Perbedaan cuaca yang ekstrem bisa bikin tubuh kaget.
"Kalau liburan di bulan Desember atau Januari ke belahan bumi utara seperti Amerika atau Eropa itu sedang musim dingin. Penyakit yang sering timbul adalah flu," jelas Nastiti.
Ia menekankan, vaksinasi influenza menjadi sangat penting sebelum berangkat ke negara-negara tersebut.
Proteksi dari luar juga tak kalah penting. Siapkan pakaian hangat berlapis: jaket tebal, topi, sarung tangan, dan syal. Lindungi area kepala, leher, dan telinga dari udara dingin. Pakai juga sepatu yang hangat dan tahan air.
Di tengah cuaca dingin, orang sering lupa minum. Padahal, kebutuhan cairan tetap sama banyaknya.
"Kadang di udara dingin kita tidak merasa haus. Tapi sebetulnya, kita harus tetap banyak minum agar tidak dehidrasi," tegasnya.
Prinsip menjaga nutrisi juga tetap berlaku. Perbanyak sayur, buah, protein, dan vitamin. Jika berada di tempat ramai yang berisiko penularan, pakai masker dan terapkan perilaku hidup bersih.
Sebaliknya, untuk destinasi yang panas, tantangannya berbeda. Hidrasi adalah kunci mutlak. Minum air harus lebih banyak lagi untuk mencegah heatstroke.
Lengkapi juga dengan topi, kacamata hitam, dan tabir surya. Khusus untuk anak, pilih sunscreen dengan formula yang aman untuk kulit sensitif mereka. Tujuannya jelas: menghindari kulit terbakar matahari yang bisa merusak suasana liburan.
"Intinya sama: makan makanan bergizi, penuhi vitamin, dan sebisa mungkin hindari kontak dengan orang yang sedang sakit," pungkas Nastiti menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Organisasi Ulama Internasional Dukung Iran dan Peringatkan Risiko Eskalasi Konflik
Pemerintah Rilis Jadwal Lengkap TKA 2026 untuk Siswa SD dan SMP
Manchester City Kalahkan Liverpool 2-1 Berkat Gol Telat Haaland
Bayern Munich Hajar Hoffenheim 5-1, Luis Díaz Cetak Hattrick