Enam koma enam triliun rupiah. Itulah jumlah uang yang diserahkan Kejaksaan Agung ke kas negara hari ini, Rabu (24/12). Nilainya yang fantastis itu langsung memunculkan pertanyaan: bagaimana sih mengamankan uang sebanyak itu?
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan pengamanannya dilakukan dengan sangat ketat. Bahkan, menurutnya, ekstra ketat. "Ada penjagaan security-nya, ada pihak banknya juga mengawasi, dan di sana pun dijaga oleh keamanan," ujar Anang kepada para wartawan.
"[Pengamanan] ekstra ketat dong, uang segitu Rp 6,6 triliun," tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa uang yang ditampilkan di halaman depan Gedung Jampidsus itu adalah jumlah keseluruhannya. Tak ada yang disembunyikan. "Semua [ditampilkan]. Rp 6,6 triliun itu semuanya itu tadi. Uang itu tampil semua," ucap dia.
Yang tak kalah penting, Anang meluruskan bahwa uang sebesar itu bukanlah pinjaman. Ini murni uang sitaan negara.
"Dan itu uang memang uang sitaan, bukan uang pinjaman, ya, pastikan. Jadi memang itu disita oleh Kejaksaan, uang-uang itu, kemudian disimpan di rekening Kejaksaan di bank, Bank Mandiri dan Bank BRI," tuturnya.
"Dana ini kemudian hari ini kita keluarkan untuk disetorkan ke kas negara. Bukan [pinjaman], itu boleh tanya ke banknya. Itu uang Kejaksaan punya, hasil sitaan dari hasil penagihan juga kan," pungkas Anang.
Lalu, dari mana saja asal muasal dana segunung itu? Rinciannya cukup kompleks. Sebagian, tepatnya Rp 2,3 miliar, merupakan hasil penagihan denda administratif dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Denda itu dibayar oleh 20 perusahaan sawit dan satu perusahaan tambang nikel yang ketahuan menyalahgunakan kawasan hutan.
Namun begitu, porsi terbesarnya justru datang dari dua kasus korupsi yang ditangani Kejagung. Nilainya mencapai Rp 4,2 triliun. Kasus pertama terkait dugaan korupsi fasilitas ekspor minyak sawit mentah atau CPO. Sementara kasus kedua menyangkut importasi gula yang juga diduga bermasalah. Dua kasus inilah yang menyumbang bagian terbesar dari total uang yang diserahkan.
Prosesi penyerahan simbolis yang digelar di Jakarta itu pun disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebuah penegasan bahwa upaya penyelamatan uang negara memang sedang serius-seriusnya digalakkan.
Artikel Terkait
Taman Cinta Takalar Jadi Destinasi Romantis Gratis Jelang Valentine
Tanah Longsor di Wonosobo Tewaskan Satu Warga, Angin Kencang Rusak Delapan Rumah
PSM Makassar Kalahkan PSBS Biak 2-1, Jauhi Zona Degradasi
Mahfud MD Soroti Kecerdikan Strategi Jimly dalam Kasus Etik Anwar Usman