Suasana di SRMA 13 Bekasi Rabu lalu terasa haru. Di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, seorang ibu bernama Asrika tak kuasa menahan tangis. Ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam, utamanya kepada Presiden Prabowo Subianto. Pasalnya, sebelum ada Sekolah Rakyat, anaknya, Khairul, nyaris putus sekolah berkali-kali.
"Pengalaman saya pribadi," ucap Asrika, suaranya tercekat.
"Sebelum anak saya masuk ke SR, dia sering putus sekolah. Dengan adanya SR ini, saya merasa bersyukur dan beruntung."
Sambil membungkuk di hadapan Gus Ipul, air matanya mengalir. "Terima kasih Pak Menteri. Terima kasih Pak Presiden Prabowo. Terima kasih banget. Alhamdulillah," katanya, berusaha menahan isak.
Ibu itu lalu bercerita tentang cita-cita tinggi anaknya. Khairul bercita-cita menjadi pilot. Namun, mimpi itu terasa mustahil bagi keluarga mereka. "Bagi kami, rakyat miskin, itu tidak mungkin. Karena yang saya tahu, sekolah penerbangan itu cukup banyak makan biaya, Pak Menteri," curhatnya polos.
Mendengar hal itu, Gus Ipul langsung menanggapi. Ia menegaskan komitmen Sekolah Rakyat.
"Jadi bapak-ibu sekalian, kalau memang ingin ke penerbangan, silakan belajar yang benar, didampingi oleh guru-guru yang hebat," pesan Gus Ipul.
"Insyaallah anak ibu bisa nanti mencapai sebagai penerbang yang baik."
Rasa syukur serupa bukan cuma datang dari Asrika. Lilis, orang tua dari siswa lain di sekolah yang sama, juga punya cerita. Menurutnya, sejak bersekolah di SRMA 13, anaknya mendapatkan fasilitas yang jauh lebih lengkap. Hal itu tak mungkin ia sediakan sendiri mengingat kondisi ekonomi keluarganya.
"Alhamdulillah, Pak. Enggak seperti yang saya bisa kasih. Kami dari keluarga kurang mampu," ujarnya.
Anaknya ternyata anak berprestasi. Dulu, saat SMP, dia sering menang olimpiade. Sayangnya, medali kemenangan tak pernah bisa diambil. Alasannya klasik: tak ada biaya untuk menebusnya. Situasi itu berubah total setelah masuk Sekolah Rakyat.
"Pas di sini, anak saya dapat tiga medali emas, Pak," jelas Lilis dengan bangga. "Satu medali emas olimpiade bahasa Inggris. Satu lagi medali emas olimpiade fisika. Sama satu lagi olimpiade bahasa Inggris juga dapat medali emas juga."
Ia pun menyampaikan terima kasih langsung kepada Presiden. "Jadi saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sudah mewujudkan cita-cita kami sebagai orang tua yang kurang mampu. Untuk bisa memberikan pendidikan terbaik untuk anak kami. Makasih Pak," tandasnya.
Ada lagi kisah dari Rina, ibu dari Nazril. Perjalanan anaknya sungguh luar biasa. Nazril awalnya bahkan tak bisa membaca. Setelah masuk Sekolah Rakyat, perubahan drastis terjadi. Kini, bukan cuma lancar membaca, ia bahkan meraih peringkat tiga di kelasnya.
"Kepada Bapak Presiden saya terima kasih," kata Rina singkat namun penuh makna. "Atas adanya sekolah rakyat ini, sudah mengubah anak saya menjadi pintar."
Beberapa kisah itu, yang mengalir dalam acara "Pra Launching" Sekolah Rakyat itu, seperti gambaran kecil. Mereka mewakili banyak keluarga yang merasa terbantu. Sekolah Rakyat, bagi mereka, lebih dari sekadar gedung. Itu adalah jembatan untuk mimpi yang sempat tertahan.
Artikel Terkait
Mahfud MD Soroti Kecerdikan Strategi Jimly dalam Kasus Etik Anwar Usman
Gubernur Pramono Bergurau dengan JK Saat Pimpin Kerja Bakti Massal Pascabanjir
Bahlil Ingatkan Kader Golkar: Posisi Strategis Bisa Diganti Kapan Saja Jika Tak Perform
Jimly Asshiddiqie Sebut Putusan 90 Jadi Titik Nadir Kredibilitas MK