Di ruang yang penuh dengan aura keseriusan di Gedung Kejaksaan Agung, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sesuatu yang jauh melampaui sekadar pidato formal. Intinya sederhana namun berat: kesediaannya untuk mengorbankan nyawa demi rakyat Indonesia. Bagi Prabowo, wafat dalam pengabdian bukanlah tragedi, melainkan sebuah kehormatan tertinggi yang bisa diraih seorang pemimpin.
"Saya dipilih, saya dilantik, saya akan mati untuk rakyat Indonesia," ujarnya dengan tegas, Rabu (24/12) lalu.
Kalimat itu ia lontarkan tanpa keraguan. "Bagi saya, mati untuk rakyat kehormatan," sambungnya.
Di tengah acara penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara itu, Prabowo mengajak semua yang hadir untuk merenung. Hidup ini singkat, dan setiap orang pasti akan pergi meninggalkan sesuatu. Jejak itulah yang akan dikenang.
"Gajah mati meninggalkan gading, harimau meninggalkan belang, dan manusia meninggalkan nama," katanya, mengutip peribahasa yang sarat makna.
Nah, menurutnya, nama baik itu didapat dari perjuangan membela hal-hal yang luhur. Pengabdian kepada kebenaran, kepada rakyat kecil, dan untuk masa depan bangsa adalah jalan terbaik. Dengan begitu, ketika saatnya tiba, seseorang bisa menghadap Sang Pencipta dengan hati yang ikhlas dan penuh ketenangan.
"Lebih baik kita nanti dipanggil Tuhan membela kebenaran, membela rakyat, menyelamatkan masa depan bangsa kita yang mulia," tegas Prabowo. "Kita terhormat. Kita pergi, kita menghadap yang maha kuasa dengan ikhlas."
Pidatonya tak cuma soal filosofi pengabdian. Prabowo juga menyempatkan diri memberikan apresiasi tinggi kepada Satgas PKH yang telah bekerja keras menjaga hutan dan kekayaan negara. Kerja nyata seperti inilah, menurutnya, yang penting.
Ia bahkan punya keyakinan kuat tentang tahun 2026. Tahun itu akan menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengambil langkah-langkah besar dan berani, terutama dalam upaya penyelamatan aset negara. Tidak ada lagi ruang untuk ragu-ragu.
"Kita kerja terus untuk rakyat dan rakyat merasa dan melihat apa yang kita kerjakan. Kita akan selamatkan kekayaan negara dengan tidak ada keraguan-keraguan," ucapnya.
Di akhir penyampaiannya, Prabowo mengajak semua elemen bangsa bersatu. TNI, Polri, Kejaksaan, hingga berbagai kementerian dan lembaga, ia minta untuk memperkuat solidaritas. Kolaborasi itu kunci untuk menjaga kepentingan negara.
"Kalian adalah patriot-patriot sejati," pungkasnya, menutup pidato. "Persatuan kita, team work kita semua kejaksaan, polisi, tentara, kementerian-kementerian yang bekerja."
Artikel Terkait
Manchester City Kalahkan Liverpool 2-1 Berkat Gol Telat Haaland
Bayern Munich Hajar Hoffenheim 5-1, Luis Díaz Cetak Hattrick
Moodys Tegaskan Peringkat Baa2 Indonesia, Pemerhatan Soroti Ketahanan Ekonomi
Anggota DPR Soroti Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza: Perlu Kajian Teknis dan Perhatikan Beban APBN