Namun begitu, keadaan di lapangan masih jauh dari kata aman. Bahkan, mengkhawatirkan. Beberapa daerah masih terisolasi, terputus dari dunia luar. Hal ini, tentu saja, menyulitkan upaya evakuasi. Distribusi bantuan logistik pun terhambat.
Yang jadi pertanyaan besar: mengapa pemerintah pusat masih ragu? Hingga detik ini, status bencana nasional untuk ketiga provinsi itu belum juga ditetapkan. Padahal, penetapan status itu bukan sekadar formalitas. Ia seperti tombol darurat yang bisa membuka akses bantuan internasional, mempercepat rehabilitasi, dan membangun kembali apa yang telah hancur.
Tanpa status itu, semuanya terasa berjalan di tempat. Lalu, apa yang harus dinanti? Apakah kita akan berdiam saja, membiarkan angka kematian terus merangkak naik, sementara ancaman kelaparan mengintai para penyintas?
Bencana Nasional, Bagaimana Riwayatmu Kini?
Sementara itu, di lokasi bencana, warga hanya bisa menunggu. Menunggu dengan rasa was-was, di tengah janji pemerintah yang mengklaim mampu menangani semua ini. Ketidakpastian itu yang kini menjadi musuh bersama.
Artikel Terkait
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 Usai Ditaklukkan Bosnia Lewat Adu Penalti
Turki Pastikan Tiket ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kosovo
Mahfud MD Sebut Penyiraman Aktivis Andrie Yunus sebagai Operasi Intelijen
Republik Ceko Lolos ke Piala Dunia Usai Kalahkan Denmark Lewat Adu Penalti