Di belakang Masjid Budi Sehati, di Jalan S.M. Raja, sebuah bendera kuning masih tertancap. Sudah dua minggu lamanya. Ia menandai sebuah titik di tanah longsoran yang basah dan tak stabil sebuah penanda yang tak boleh diabaikan.
Bendera itu bukan sekadar penanda biasa. Ia adalah hasil kerja, bahkan mungkin keyakinan, dari tiga anggota pasukan K9: Ari, Walet, dan Dasa. Menurut sejumlah saksi, sejak hari pertama pencarian, ketiga anjing pelacak ini terus-menerus mengarah ke tempat yang sama. Insting mereka seolah mengunci satu titik potensial itu. Maka, ditancapkanlah bendera kuning sebagai isyarat.
Namun begitu, evakuasi tak semudah yang dibayangkan. Alat berat mustahil masuk. Tanahnya terlalu basah, timbunannya terlalu tinggi dan rawan bergerak lagi. Akhirnya, mau tak mau, proses harus dilakukan secara manual. Tim gabungan pun berjuang, menggali perlahan-lahan menembus kedalaman tanah yang lembap di sekitar titik bendera.
Dan di sanalah, tepat di bawah kain kuning itu, mereka menemukannya.
"Tim gabungan berjuang menembus kedalaman tanah di titik sumber bau. Tepat di bawah bendera itu, jasad anak perempuan berusia 12 tahun ditemukan. Insting K9 terbukti akurat 100%,"
Ungkapan itu dikutip dari laporan tim relawan di lapangan, menggambarkan ketepatan yang menyentuh sekaligus memilukan.
Jasad Tertimbun 29 Hari
Kapolsek Sibolga Sambas, Iptu Marwa Siregar, menjelaskan alasan evakuasi manual. Lokasinya di permukiman padat, risikonya tinggi. Mereka harus ekstra hati-hati untuk mencegah longsor susulan.
Pencarian ini melibatkan banyak pihak. Ada TNI, Polri, Damkar Sibolga, dan tak ketinggalan warga sekitar masjid. Semua bahu-membahu, menggali dengan penuh kehati-hatian di titik yang telah ditandai selama berminggu-minggu.
Prosesnya memakan waktu hampir lima jam. Hingga akhirnya, sekitar pukul 14.15 WIB, usaha mereka membuahkan hasil.
"Setelah hampir lima jam pencarian, sekitar pukul 14.15 WIB, tim berhasil menemukan satu jenazah anak perempuan yang telah tertimbun material longsor selama kurang lebih 29 hari, terhitung sejak bencana alam longsor yang terjadi pada 25 November 2025,"
Kata-kata Marwa Siregar itu menegaskan betapa lamanya korban tertimbun. Korban adalah Sofia Anggraini, 12 tahun, yang tinggal persis di belakang Masjid Budi Sehati. Dunianya yang dekat dengan tempat ibadah itu, kini tinggal kenangan.
Jenazahnya kemudian dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut. Bendera kuning itu mungkin suatu saat akan dicabut. Tapi kisah di balik penancapannya tentang insting, ketekunan, dan akhir yang pilu akan tetap tertinggal di tanah longsor itu.
Artikel Terkait
Imam Masjid di Bone Jadi Korban Pencurian Gabah, Pelaku Terekam CCTV
Tabrakan Beruntun Empat Kendaraan di Tol Ngawi-Solo, Tiga Orang Luka Ringan
Komunitas Sulsel Gelar Nobar Film Uang Passolo di Jakarta dan Makassar
Tabrakan Beruntun di Tol Ngawi-Solo Akibat Pengereman Mendadak, Tiga Orang Terluka