Namun begitu, persoalan dasar seperti air bersih tak luput dari perhatian.
Abdul mencontohkan upaya di Aceh Tamiang. Di sana, sekitar 27 titik sumur bor telah dikerjakan dengan melibatkan TNI, Polri, dan relawan. Ini solusi darurat sambil menunggu jaringan PDAM pulih sepenuhnya.
Sebelumnya, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi sudah menyiapkan opsi lain. Pada Minggu (21/12), ia menyatakan ada 14 titik lahan Hak Guna Usaha milik perusahaan perkebunan yang siap dipakai untuk huntara.
Selain relokasi ke lahan HGU, warga juga punya pilihan lain. Mereka diperbolehkan membangun huntara di atas tanah milik sendiri. Kebijakan ini diambil agar masyarakat punya fleksibilitas, terutama bagi yang ingin bertahan di lokasi lama mereka.
Transisi ini memang belum sempurna, tapi setidaknya sudah ada titik terang. Perlahan, dari puing-puing darurat, proses pemulihan mulai menemukan bentuknya.
Artikel Terkait
Ini Tata Cara dan Waktu yang Tepat untuk Puasa Qadha Ramadhan
KPK Cabut Status Tahanan Rumah, Yaqut Kembali ke Rutan
Ambulans Terjebak Macet Parah di Jalur Cibadak Akibat Motor Ngeblong
Tudingan Jual Beli SK Kepengurusan Rp5 Miliar Guncang KNPI Sulsel