Situs Patiayam Terancam, Legislator Desak Aksi Nyata Hadapi Musim Hujan

- Kamis, 20 November 2025 | 18:50 WIB
Situs Patiayam Terancam, Legislator Desak Aksi Nyata Hadapi Musim Hujan
Konservasi Situs Purbakala Patiayam

Langkah konservasi situs purbakala harus jadi tanggung jawab bersama. Begitulah penegasan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, dalam sebuah forum diskusi daring belum lama ini. Menurutnya, upaya ini bukan cuma soal melestarikan peninggalan masa lalu, tapi juga bagian dari strategi untuk menghidupkan kawasan penelitian, pendidikan, dan bahkan ekonomi di daerah.

"Temuan fosil Elephas di Patiayam, Kudus, sudah menarik perhatian banyak orang," ujar Rerie dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/11/2025). "Nah, sekarang yang penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga kelestarian situs dan lokasi penemuannya."

Pernyataan itu disampaikannya saat berbincang dengan para arkeolog dalam Forum Diskusi Aktual Berbangsa Bernegara. Topiknya waktu itu adalah konservasi situs dan kolaborasi lintas sektoral di Patiayam, yang berlokasi di Desa Terban, Kudus, Jawa Tengah. Acara berlangsung Rabu (19/11) malam.

Di sisi lain, Rerie mengingatkan bahwa memasuki musim hujan, lokasi penemuan fosil gajah purba itu jadi rawan tergenang. Air yang menggenang bisa merusak fosil-fosil bersejarah tersebut. Ia pun menilai perlu segera ada tindakan nyata. Misalnya, dengan memasang cungkup dan sistem drainase yang memadai untuk mengantisipasi curah hujan tinggi.

Sebagai anggota Komisi X DPR RI, ia berpendapat bahwa upaya konservasi di situs seperti Patiayam harus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Soalnya, temuan-temuan bersejarah semacam ini adalah sumber pengetahuan yang sangat berharga bagi masyarakat.

Tak hanya itu, lokasi itu juga punya potensi besar untuk jadi kawasan wisata. Bayangkan, orang-orang bisa datang, belajar, sekaligus melihat langsung peninggalan purbakala. Dengan segala manfaat yang bisa diraih mulai dari edukasi hingga ekonomi Rerie menegaskan sudah waktunya pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat bahu-membahu memberi perhatian lebih pada konservasi situs bersejarah semacam Patiayam.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar