Dari sisi pelaksanaan, Dirjen Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Bisma, menyebut pembangunan Sekolah Rakyat di Sumsel mencakup tiga kabupaten: OKI, Ogan Ilir, dan Empat Lawang.
"Kami memastikan kualitas bangunan sesuai standar. Bukan hanya cepat selesai, tetapi juga aman, legal, dan layak digunakan dalam jangka panjang," jelas Bisma.
Respons dari lokal pun positif. Bupati OKI Muchendi Mahzareki menyambut baik penunjukan wilayahnya. Ia melihat ini sebagai langkah nyata memutus rantai kemiskinan. "Sekolah Rakyat ini memberi harapan baru bagi anak-anak keluarga pra sejahtera di OKI. Pendidikan adalah kunci utama untuk mengubah masa depan mereka," kata Muchendi.
Senada dengan itu, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumsel, Ayu Juwita, melaporkan bahwa progres administratif untuk Tahap II ini sudah mencapai 100 persen.
"Fokus kami bukan hanya pada bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi anak-anak," pungkas Ayu.
Jadi, intinya, program ini berjalan. Tinggal nanti eksekusinya di lapangan, apakah benar-benar bisa menyentuh mereka yang paling membutuhkan.
Artikel Terkait
PSHK Desak Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diadili di Pengadilan Umum
Bahlil: 20 Proyek Hilirisasi Tahap Awal Sudah Mulai, Investasi Capai Rp239 Triliun
Warga Makassar Bentrok dengan Petugas Tolak Penggusuran Kios di Jalan Satando
Pokon, Hidangan Khas Toraja yang Sarat Makna dalam Ritual Rambu Solo