Bogor – Di penghujung tahun 2025, tepatnya hari Senin lalu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor mengadakan acara Refleksi Akhir Tahun. Bukan sekadar seremoni, acara ini diharapkan jadi momen evaluasi yang jujur. Lebih dari itu, ia juga dijadikan ruang untuk menampung gagasan-gagasan strategis demi pembangunan Bogor ke depan.
Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, menjelaskan maksud di balik acara tersebut. Ia berharap refleksi ini bisa memberi masukan yang konstruktif bagi Wali Kota dan pimpinan DPRD setempat. Baginya, peran pers jelas bukan cuma menyampaikan berita. Jurnalis harus bisa jadi mitra yang kritis sekaligus strategis bagi pemerintah daerah, terutama dalam mendorong kemajuan kota.
Acara itu sendiri ramai dihadiri. Hadir langsung Wali Kota Bogor Dedie Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin. Tak ketinggalan, Ketua DPRD Kota Bogor, Kapolresta, serta Dandim 0606/Kota Bogor juga datang. Tampak pula sejumlah pejabat daerah dan undangan dari berbagai lapisan masyarakat memadati ruangan.
Dari kalangan kampus, Wakil Rektor Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Hambari, M.A., Ph.D., turut hadir. Ia menyampaikan apresiasi atas kinerja dan kolaborasi yang selama ini dijalin Pemkot Bogor dengan berbagai pihak.
Namun begitu, apresiasi itu dibarengi dengan sejumlah masukan penting. Hambari secara khusus menyoroti soal peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fondasi utama. Ia menekankan, pemerintah daerah harus aktif membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi warganya.
“Peningkatan kualitas SDM harus jadi prioritas. Salah satunya ya dengan memperluas akses masyarakat Bogor ke perguruan tinggi,” ujar Hambari.
Ia lantas memberi contoh konkret, misalnya melalui pemberian beasiswa bagi keluarga kurang mampu. “Program beasiswa ini bisa dikerjasamakan dengan kampus-kampus yang ada di Kota Bogor,” ungkapnya.
Hambari juga mengingatkan bahwa potensi pendidikan di Bogor sangat besar. Kota ini tak cuma punya perguruan tinggi negeri, tapi juga sejumlah PTS yang unggul dan berkualitas, seperti UIKA dan UNPAK. Sayang kalau potensi ini tidak dioptimalkan dengan baik.
“Dengan mengoptimalkan semua kampus yang ada, Bogor sangat mungkin dikembangkan sebagai kota pendidikan,” tambahnya penuh keyakinan.
Lebih jauh, ia mendorong agar Kota Bogor lebih gencar menjaring mahasiswa dari luar Pulau Jawa. Menurutnya, langkah ini punya dua keuntungan sekaligus. Selain memperkuat citra Bogor sebagai kota pendidikan tingkat nasional, kedatangan mahasiswa dari berbagai daerah juga akan menggerakkan ekonomi lokal.
“Mereka akan butuh tempat tinggal, makan, dan berbagai jasa lainnya. Dampak berantainya pasti terasa untuk perekonomian Bogor,” pungkas Hambari.
Melalui refleksi akhir tahun ini, PWI Kota Bogor berharap semua masukan yang mengemuka bisa jadi pijakan bersama. Tujuannya satu: merumuskan kebijakan dan program pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Semua itu, pada ujungnya, demi meningkatkan kualitas SDM dan membawa Bogor melangkah lebih maju di masa depan.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Tetap Berjalan di Bulan Puasa dengan Mekanisme Disesuaikan
MK Gelar Sidang Uji Materi Pasal KUHP Baru yang Dikhawatirkan Kriminalisasi Kritik
Anggota DPR Kritik Target Konsumsi Susu Anak, Sebut Statistik Bohong
FIFA Jatuhkan Sanksi 20 Laga dan Denda Rp324 Juta untuk Mantan Manajer Timnas Sumardji