Iran Tuding Serangan Sydney sebagai Sandiwara Bendera Palsu Israel

- Selasa, 23 Desember 2025 | 06:00 WIB
Iran Tuding Serangan Sydney sebagai Sandiwara Bendera Palsu Israel

Seorang pejabat militer Iran tingkat tinggi punya klaim mengejutkan soal serangan Sydney. Menurutnya, insiden berdarah di Pantai Bondi itu bukanlah serangan teroris biasa, melainkan sebuah sandiwara yang direkayasa. Operasi tipu daya, begitu ia menyebutnya.

Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, sang Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, tak tanggung-tanggung menuding aktor di balik panggung sandiwara itu: ‘Israel’.

“Seperti yang Anda lihat beberapa hari yang lalu, rezim Zionis menembak dirinya sendiri,” ujar Mousavi tegas.

Ia menyampaikan tuduhan itu dalam sebuah upacara wisuda perwira Garda Revolusi, dan siarannya langsung diambil oleh televisi pemerintah. Intinya, serangan yang menargetkan perayaan Hanukkah itu disebutnya sebagai operasi “bendera palsu” atau false flag.

Lalu, apa motifnya? Mousavi punya penjelasan yang terkesan rumit. Menurut analisisnya, serangan ini dirancang untuk beberapa tujuan sekaligus. Pertama, untuk menciptakan citra antisemitisme global yang simpatik terhadap Israel. Kedua, untuk mengalihkan perhatian dari tekanan internal yang sedang menghimpit negara tersebut. Dan ketiga, untuk mengekang arus migrasi balik warga Israel yang mungkin terjadi.

“Serangan teroris ini dilakukan untuk mencegah migrasi balik, meredakan gangguan internal, dan menyebarkan narasi antisemitisme,” tambahnya.

Ia juga berpendapat bahwa ini bukan kali pertama. Israel, dalam pandangannya, punya rekam jejak melakukan operasi serupa demi menampilkan diri sebagai korban di mata dunia.

Di sisi lain, mari kita lihat fakta di lapangan. Insiden Sydney sendiri terjadi pada pertengahan Desember lalu, tepatnya tanggal 14. Lokasinya di Bondi Beach, New South Wales, saat perayaan Hanukkah sedang berlangsung. Korban jiwa dilaporkan mencapai 15 orang, sementara satu pelaku tewas di tempat.

Perayaan Hanukkah tahun ini memang jatuh antara 14 hingga 22 Desember, memperingati sebuah kemenangan bersejarah di masa lampau.

Namun begitu, klaim spektakuler dari Iran ini belum mendapat tanggapan resmi dari Canberra. Otoritas Australia sejauh ini masih tutup mulut. Mereka belum mengonfirmasi atau menyangkal adanya keterlibatan pihak asing mana pun. Situasinya masih gelap.

Pernyataan Mousavi ini tentu saja bukan datang dari ruang hampa. Ia muncul di tengah ketegangan regional yang sudah memanas berbulan-bulan, terutama sejak konflik Gaza berkecamuk. Retorika tajam antara Teheran dan Tel Aviv memang sudah menjadi pola, dan kali ini mereka membawanya ke sebuah insiden yang terjadi ribuan kilometer jauhnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar