Rumah Sakit di Aceh Mulai Beroperasi, Korban Tewas Tembus 1.106 Jiwa

- Selasa, 23 Desember 2025 | 02:40 WIB
Rumah Sakit di Aceh Mulai Beroperasi, Korban Tewas Tembus 1.106 Jiwa

JAKARTA – Kondisi di Aceh perlahan mulai menunjukkan titik terang. Setelah diterjang banjir dan tanah longsor yang hebat, layanan kesehatan vital mulai bangkit. Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengonfirmasi bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di 18 kabupaten dan kota yang terdampak kini sudah beroperasi kembali.

“Untuk RSUD saat ini di 18 kabupaten/kota terdampak di Provinsi Aceh khususnya, ini sudah mulai beroperasi,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (22/12/2025).

Namun begitu, kabar baik itu belum merata. Di wilayah Tamiang, proses pemulihan masih berjalan. Rumah sakit di sana belum bisa berfungsi penuh.

“Untuk Tamiang ini masih layanan dasar,” jelas Abdul Muhari. “Sementara ini masih akan terus diupayakan pembersihan dan pemenuhan kebutuhan bahan medis, kemudian penggantian alat-alat kesehatan yang digunakan untuk layanan lanjutan.”

Di sisi lain, angka korban jiwa masih terus bertambah, meski perlahan. Per Senin itu, BNPB mencatat kenaikan yang menyedihkan. Jumlah meninggal dunia bertambah 16 jiwa dari data Sabtu sebelumnya, sehingga total korban tewas mencapai 1.106 orang.

“Rekapitulasi jumlah total dari 1.090 di hari Sabtu, bertambah 16 jiwa, sehingga total per hari ini menjadi 1.106 jiwa,” kata Muhari dengan nada berat.

Pencarian bagi mereka yang hilang juga belum usai. Saat ini, masih ada 175 orang yang belum ditemukan. Sedangkan pengungsi mereka yang kehilangan tempat tinggal jumlahnya masih sangat besar: 502.570 jiwa.

“Kemudian untuk daftar nama yang masih dicari berkurang 10 jiwa sehingga jumlah korban hilang 175. Sedangkan untuk yang mengungsi ini total per hari ini 502.570 jiwa,” paparnya.

Memang, ada sedikit cahaya harapan di tengah data yang suram ini. Dalam sepekan terakhir, jumlah pengungsi tercatat berkurang. Menurut Abdul Muhari, penurunan itu terjadi karena sebagian warga mulai memberanikan diri pulang, kembali ke rumah mereka masing-masing untuk memulai proses pemulihan dari nol.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar