Kegelapan malam di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Semarang, pecah oleh surau besi dan kaca. Sutiadi, 67 tahun, adalah salah satu yang selamat dari insiden mengerikan itu. Ia masih terjaga saat bus PO Cahaya Trans meluncur dengan kecepatan yang menurutnya terlalu tinggi.
Menurut penuturannya, laju kendaraan sama sekali tak berkurang. Padahal, kontur jalan di depannya jelas-jelas menurun dan berbelok. "Bahkan saat mau masuk tikungan, nggak ada tanda-tanda mau pelan," ujarnya. Hanya ada hentakan keras, tabrakan, dan kemudian tubuhnya terlempar keluar dari bangku.
Beruntung, kesadarannya tidak hilang. Meski begitu, wajah dan kakinya penuh dengan luka-luka akibat pecahan kaca dan benturan.
“Rencana pulang ke Boyolali dari Bogor. Nggak sempat (nolong yang lain), kaki kena kaca,”
Kata-katanya singkat, menggambarkan kepanikan dan rasa sakit di saat yang bersamaan. Ia ingin membantu penumpang lain, tapi kondisinya tak memungkinkan.
Insiden naas ini terjadi tepat di hari Senin (22/12), lewat tengah malam, sekitar pukul 00.30 WIB. Bus bernopol B 7201 IV itu membawa 34 penumpang dari Jatiasih, Jakarta, dengan tujuan akhir Yogyakarta.
Korban jiwa dari musibah ini mencapai 16 orang. Sisanya, termasuk sang pengemudi, mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan beragam. Pengemudi yang diketahui merupakan sopir pengganti itu kini telah diamankan pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Sebuah perjalanan pulang yang berakhir tragis.
Artikel Terkait
Komunitas Sulsel Gelar Nobar Film Uang Passolo di Jakarta dan Makassar
Tabrakan Beruntun di Tol Ngawi-Solo Akibat Pengereman Mendadak, Tiga Orang Terluka
Prabowo Undang Australia Bentuk Joint Venture Pertanian
Baruasak, Kue Tradisional Bugis-Makassar yang Menyimpan Filosofi dan Cita Rasa Warisan