Kabar duka datang dari Yogyakarta. Ustaz Muhammad Jazir ASP, sosok yang dikenal luas sebagai penggerak Masjid Jogokariyan, telah berpulang. Kabar ini pertama kali disampaikan oleh Pengurus Masjid Jogokariyan, Gitta Welly Aryadi, pada Senin (22/12) pagi.
“Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun,” ujar Gitta. “Guru kami tercinta, Muhammad Jazir ASP, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, pagi ini berpulang ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”
Menurutnya, selama masa sakitnya, almarhum punya satu pesan yang terus diulang. Pesan itu sederhana namun penuh beban tanggung jawab.
“Selama sakit, beliau terus berpesan untuk meneruskan perjuangan menghadirkan peradaban Masjid,” kata Gitta.
Di sisi lain, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pun menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam. Ustaz Jazir bukan hanya tokoh masjid, ia juga merupakan Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jogokariyan. Sebuah peran ganda yang dijalaninya dengan totalitas.
Haedar mengenang almarhum sebagai kader yang tekun dan gigih. Komitmennya di tingkat akar rumput, kata dia, sangat kuat. “Kiprahnya dalam membangun dan mengembangkan Masjid Jogokariyan menjadi teladan bagi gerakan masjid di Indonesia,” tutur Haedar dalam keterangan tertulisnya.
Memang, dedikasi Ustaz Jazir tak main-main. Ia tak cuma memakmurkan masjid untuk urusan ritual semata. Di tangannya, Masjid Jogokariyan berkembang menjadi pusat kegiatan yang hidup. Fungsi sosialnya menguat, pendidikan berjalan, pemberdayaan masyarakat pun digalakkan. Semua itu ia lakukan dengan semangat yang tak pernah padam.
“Hal tersebut sejalan dengan misi Muhammadiyah dalam menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan transformasi sosial,” jelas Haedar.
Di akhir pernyataannya, Haedar menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas nama seluruh keluarga besar Persyarikatan. “Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala khilafnya, diterima amal ibadahnya, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” pungkasnya.
Kini, sang penggerak telah pergi. Namun pesan dan teladannya tentang ‘peradaban masjid’ tampaknya akan terus bergema, diteruskan oleh mereka yang ditinggalkan.
Artikel Terkait
Tumpukan Sampah Membentuk Daratan Baru, Ancam Ekosistem dan Nelayan di Pesisir Cirebon
Dinamika Ruang Ganti Memanas, Otoritas Arbeloa di Real Madrid Dipertanyakan
Akuntan di Lhokseumawe Rekayasa Begal untuk Gelapkan Gaji Relawan Rp59,9 Juta
Tim Putri Bulu Tangkis Indonesia Hadapi Thailand di Perempat Final BATC 2026