Kabupaten Tegal sempat digegerkan oleh banjir bandang yang melanda kawasan wisata Guci, Sabtu kemarin. Tapi jangan khawatir, akses jalannya ternyata masih aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memastikan, rute dari Slawi menuju Guci tetap bisa dilalui dengan lancar.
M. Afifudin, yang saat ini menjabat sebagai Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, menegaskan hal itu. Menurutnya, bencana itu tidak sampai mengganggu transportasi utama menuju lokasi wisata.
“Saya pastikan untuk jalur transportasi dari Slawi menuju objek wisata Guci sama sekali tidak terganggu,” ujar Afifudin, Minggu (21/12).
“Jalur Slawi Guci maupun sebaliknya tetap aman,” tambahnya.
Di sisi lain, aktivitas pariwisata di Guci sendiri masih berdenyut. Pengunjung tetap berdatangan, meski ada beberapa spot yang terdampak. Afifudin menyebut, kondisi secara keseluruhan masih terkendali. “Saya pastikan dalam kondisi aman,” katanya.
Perbaikan pun sudah mulai digarap sejak Minggu pagi. Fokusnya pada fasilitas yang rusak, terutama jaringan pipa untuk air panas yang sempat hanyut diterjang banjir.
“Para pengelola objek wisata air di sekitaran Guci akan memperbaiki jalur-jalur paralonnya,” jelas Afifudin.
Namun begitu, ada satu lokasi yang butuh waktu lebih lama untuk dipulihkan: Pancuran 13. Kerusakannya disebut cukup parah. Kolam-kolam di sana nyaris tak dikenali, tertimbun material pasir dan batu yang dibawa air bah.
“Yang paling berat mungkin adalah di objek wisata pancuran 13 mungkin agak lama, butuh waktu yang lama. Karena perlu penataan ulang,” paparnya.
“Pancuran 13 jadi kolam itu beberapa kolam itu tertutup oleh material baik pasir maupun batu,”
Jadi, bagaimana untuk wisatawan yang sudah rencana liburan? Tenang saja. Kawasan Guci masih terbuka untuk dikunjungi, bahkan untuk menginap sekalipun. Syaratnya cuma satu: bersabar dulu untuk tidak mencoba Pancuran 13.
“Masih aman. Kalau untuk nginep aman,” pungkas Afifudin.
Artikel Terkait
Main Hakim Sendiri Berujung Buntung: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka
Persoalan Kertas yang Merenggut Nyawa: Bocah 10 Tahun Bunuh Diri Usai Keluarga Tak Kebagian Bansos
Akhir Tragis Sang Raja Penipuan Online di Perbatasan Myanmar
KPK Bergerak Lagi, OTT Sasar Pejabat Bea Cukai