Di sisi lain, reaksi keras justru berbalik ke media Malaysia itu sendiri. Banyak yang balik menuding, “Mereka ngerti nggak sih kondisi geografis Indonesia?” Tantangan logistik di daerah terpencil yang terdampak bencana jelas bukan perkara mudah. Sentimen nasionalisme pun menguat, menolak penilaian dari luar yang dianggap tak paham konteks.
Perdebatan ini menunjukkan satu hal: isu bencana itu sensitif banget. Kritik dari luar bisa jadi cambuk untuk introspeksi, tapi sekaligus bisa memantik rasa gengsi nasional. Hingga saat ini, pemerintah Indonesia sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait sorotan tersebut.
Tapi terlepas dari ada atau tidaknya respons resmi, polemik di media sosial ini adalah cermin yang jelas. Ekspektasi publik terhadap kinerja pemerintah di saat krisis sangatlah tinggi. Penanganan bencana selalu jadi ujian nyata bagi siapa pun yang memimpin.
Kecepatan, ketepatan, dan komunikasi yang transparan adalah kuncinya. Dan sekarang, sorotan itu tak hanya datang dari dalam negeri. Tayangan dari seberang selat itu mengingatkan, bahwa setiap langkah kita kini juga diawasi oleh mata regional bahkan internasional.
Artikel Terkait
Harga Jual Emas Antam Stagnan, Harga Buyback Anjlok Rp80.000 per Gram
Petugas Sampah dari Parangloe: Kisah Ironi di Balik Pembangunan
Ini Tata Cara dan Waktu yang Tepat untuk Puasa Qadha Ramadhan
KPK Cabut Status Tahanan Rumah, Yaqut Kembali ke Rutan