Aktivis Tuding Penanganan Bencana Sumatra di Era Prabowo Gagap dan Tak Hadir

- Minggu, 21 Desember 2025 | 09:25 WIB
Aktivis Tuding Penanganan Bencana Sumatra di Era Prabowo Gagap dan Tak Hadir

Aktivis Nilai Prabowo Gagal Total Tangani Bencana di Sumatra

Kritik pedas dilayangkan seorang aktivis politik terhadap pemerintahan baru. Rahman Simatupang tak ragu menyebut penanganan bencana di Sumatra belakangan ini sebagai sebuah kegagalan total. Menurutnya, negara tampak tak berdaya, meninggalkan korban jiwa dan penderitaan warga yang seharusnya bisa diminimalisir.

Koordinasinya amburadul, responnya lambat. Itulah gambaran yang dilontarkan Rahman. Ia melihat ada yang hilang dari pucuk pimpinan: kepemimpinan yang sigap saat darurat kemanusiaan melanda.

"Ini bukan sekadar soal teknis, ini soal kepemimpinan," tegasnya.

"Negara terlihat gagap dan tidak hadir secara utuh untuk rakyatnya."

Pernyataan itu disampaikannya kepada awak media pada Sabtu, 20 Desember 2025 lalu.

Pikirannya lalu terbang ke masa lalu. Ia membandingkan situasi sekarang dengan respons pemerintah saat tsunami Aceh 2004 silam. Kala itu, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah dinilainya bergerak jauh lebih cepat. Mereka membuka pintu lebar-lebar untuk bantuan dari luar negeri, dengan satu tujuan jelas: menyelamatkan nyawa.

"Pada masa SBY, negara tidak gengsi. Bantuan dari negara lain diterima karena yang dipikirkan adalah nyawa manusia," ujar Rahman.

"Sekarang justru sebaliknya. Ada kesan menutup diri dan menolak bantuan internasional."

Baginya, sikap seperti itu sungguh tak mencerminkan empati. Di tengah situasi darurat, politik dan pencitraan seharusnya dikesampingkan. Nyatanya, menurut pengamatannya, hal itu justru yang terjadi.

"Bencana bukan panggung kekuasaan," katanya dengan nada kecewa.

"Ketika rakyat menderita, yang dibutuhkan adalah empati, kecepatan, dan keterbukaan. Jika itu tidak dilakukan, maka wajar jika publik menilai Presiden Prabowo gagal total."

Di akhir kritiknya, Rahman mendesak sebuah evaluasi menyeluruh. Sistem mitigasi dan penanganan bencana nasional, ia nilai, harus segera dibenahi. Tak ada salahnya pula membuka ruang bagi kerja sama internasional. Tujuannya cuma satu: mempercepat pemulihan bagi saudara-saudara di Sumatra yang sedang terluka.

Komentar