Ahmed Al-Ahmed, Pahlawan Bondi yang Tertembak, Dapat Donasi Miliaran Rupiah

- Senin, 15 Desember 2025 | 20:40 WIB
Ahmed Al-Ahmed, Pahlawan Bondi yang Tertembak, Dapat Donasi Miliaran Rupiah

Gelombang pujian membanjiri seorang pria Muslim di Australia. Ia disebut-sebut sebagai "pahlawan" setelah aksinya yang gesit melawan pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Minggu lalu. Peristiwa tragis itu sendiri merenggut nyawa 16 orang.

Dalam situasi yang kacau dan mencekam, pria itu bertindak sendirian. Dengan nyali besar, dia berhasil melucuti senjata salah satu penyerang.

Namun begitu, aksi heroik itu tidak tanpa pengorbanan. Sang pahlawan, yang kini diketahui bernama Ahmed Al-Ahmed, tertembak dua kali saat berusaha melumpuhkan pelaku. Kini, pria berusia 43 tahun yang sehari-hari mengelola toko buah itu masih terbaring di rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Rasa kagum dan terima kasih publik langsung terwujud dalam bentuk yang nyata. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, warga yang tergerak hatinya menyumbangkan lebih dari satu juta dolar untuknya.

Penggalangan dana di platform GoFundMe yang berjudul "Support the Hero Who Disarmed a Bondi Attacker" melesat dengan cepat. Hingga pemberitaan ini, dana yang terkumpul sudah mencapai angka $1,322,059, atau jika dirupiahkan, sekitar 22 miliar rupiah.

Dalam deskripsi kampanyenya, tertulis sebuah pesan yang menggambarkan kekaguman banyak orang.

"Setelah menyaksikan tindakan luar biasa dari pahlawan yang membantu melucuti senjata salah satu penyerang selama tragedi Bondi, sebuah tindakan yang mencegah hilangnya nyawa lebih banyak orang, kami merasa terdorong untuk bertindak."
"Di saat kekacauan dan bahaya, ia melangkah maju tanpa ragu-ragu. Tindakannya tanpa pamrih, naluriah, dan tak diragukan lagi heroik, dilakukan tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri. Laporan awal menunjukkan bahwa ia ditembak dua kali dalam proses tersebut saat melindungi orang lain."
"Tidak ada yang berharap menjadi pahlawan, tetapi ketika saatnya tiba, ia menjadi pahlawan. Setiap kontribusi, besar atau kecil, adalah cara yang ampuh untuk mengucapkan terima kasih."

Pujian tak hanya datang dari masyarakat biasa. Pemerintah pun turut bersuara. Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, secara khusus menjenguk Ahmed di rumah sakit. NSW sendiri adalah negara bagian dengan ibu kota Sydney, tempat kejadian berlangsung.

Usai kunjungannya, Minns tak sungkan menyampaikan penghargaannya melalui media sosial.

"Ahmed adalah pahlawan sejati. Tadi malam, keberaniannya yang luar biasa tak diragukan lagi telah menyelamatkan banyak nyawa ketika ia melucuti senjata seorang teroris dengan risiko pribadi yang sangat besar. Suatu kehormatan bisa menghabiskan waktu bersamanya barusan dan menyampaikan ucapan terima kasih dari masyarakat di seluruh NSW."

Di sisi lain, keluarga Ahmed pun akhirnya angkat bicara. Orang tuanya, dalam sebuah wawancara, menyampaikan perasaan campur aduk antara khawatir dan bangga.

"Syukurlah dia membela orang-orang yang tidak bersalah."

Kata-kata sederhana dari orang tua sang pahlawan itu seolah merangkum semua gelora emosi yang melanda masyarakat Australia pasca tragedi Bondi. Sebuah tragedi kelam, yang di dalamnya, muncul secercah cahaya keberanian dari seorang Ahmed Al-Ahmed.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar