“Peringatan Hari Juang ini bertujuan untuk mematrikan nilai-nilai luhur perjuangan dan menggelorakan semangat pengabdian yang tulus dalam nadi setiap insan prajurit,” lanjut amanat tersebut.
Nah, terkait tema peringatan tahun ini, Kasad menyoroti keselarasannya dengan jati diri korps. Tema “TNI AD Manunggal dengan Rakyat untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera, dan Maju” disebut benar-benar mencerminkan sosok TNI AD sebagai tentara rakyat, pejuang, nasional, dan profesional.
Di sisi lain, amanat itu juga menyelipkan pesan keteladanan. Sosok Panglima Besar Jenderal Soedirman diangkat sebagai inspirasi utama sebuah cerminan integritas, keberanian, dan ketulusan yang nyata.
Sebagai penutup, pesan penting disampaikan. Seluruh prajurit dan ASN TNI AD diingatkan untuk selalu menjaga kehormatan diri. Yang tak kalah krusial: memperkuat kemanunggalan dengan rakyat. Sebab, di situlah sumber kekuatan utama untuk menjaga kedaulatan NKRI. Upacara pun berakhir, meninggalkan pesan yang menggema di lapangan upacara Kodim Mimika.
Artikel Terkait
Sunderland Kalahkan Newcastle 2-1 dalam Derby Timur Laut yang Sengit
Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pos Pengamanan Mudik 2026 di Medan
IM57+ Kritik Keras Pengalihan Status Tahanan Yaqut ke Rumah
MUI Desak Pemerintah Tinjau Ulang Keterlibatan Indonesia di Board of Peace