Proses belajarnya makan waktu sekitar tiga bulan. Setelah itu, barulah panen pertama bisa dipetik.
Lahan Kecil, Hasilnya Tak Kecil
Luas lahannya sebenarnya tak besar, cuma sekitar 150 meter persegi. Tapi di atas sepetak tanah itu, beragam tanaman tumbuh dengan produktif. Ada jagung, terong, tomat, sampai ubi jalar.
Bibit-bibitnya didapat dari Dinas KPKP DKI atau kelurahan. Setelah panen, hasilnya diserahkan ke kelurahan untuk kemudian dikelola lebih lanjut.
Uang dari penjualan hasil panen itu dikembalikan lagi untuk kebutuhan kebun, seperti beli bibit baru. Siklusnya terus berputar. Lahan kolong tol yang dulu sepi, kini bukan cuma hijau, tapi juga punya nilai guna yang nyata.
Artikel Terkait
Bumi Memanas Lebih Cepat, KLHK Buru-buru Tinjau Ulang Tata Ruang
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi