Ferry Irwandi Balas Sindiran Endipat dengan Santai: Beliau Sudah Minta Maaf

- Rabu, 10 Desember 2025 | 08:00 WIB
Ferry Irwandi Balas Sindiran Endipat dengan Santai: Beliau Sudah Minta Maaf

Konten kreator Ferry Irwandi akhirnya angkat bicara. Ini menanggapi sindiran pedas dari politikus Gerindra, Endipat Wijaya, soal penggalangan dana Rp 10 miliar untuk korban bencana di Sumatra. Tapi, responsnya justru mengejutkan.

Lewat Instagram, Ferry sama sekali tak terlihat kesal. Malah sebaliknya. Ia merasa justru didukung penuh oleh publik.

"Saya sama sekali tidak merasa amarah dan kesal," tulisnya di akun @irwandiferry, Selasa (9/12/2025).

"Berkat dukungan luar biasa kawan-kawan semua, yang masif sekali dan tidak berhenti, gak ada orang yang bisa merasa kesal dan marah ketika mendapatkan dukungan dan support sebesar ini. Makasih ya semua."

Tak cuma itu. Ferry mengungkapkan, Endipat sudah menghubunginya secara personal untuk meminta maaf. Dan permintaan maaf itu diterimanya dengan lapang dada.

"Beliau sudah menghubungi saya secara personal dan minta maaf. Saya juga menerima itu karena gak adanya juga memelihara konflik di situasi seperti sekarang," ucap Ferry.

Dalam percakapan itu, Ferry juga sempat menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak warga di lapangan kepada sang anggota DPR.

"Saya juga udah sampaikan beberapa concern dan kebutuhan masyarakat di lapangan dan beliau menerima. Jadi ya sudah buat yang nanya respons saya, itu aja nya hahahaha..," imbuhnya.

Asal Mula Kontroversi

Semua ini berawal dari pernyataan Endipat Wijaya dalam sebuah rapat. Anggota Komisi I DPR itu menyoroti fenomena relawan yang dianggap lebih viral ketimbang kerja pemerintah dalam penanganan bencana.

Rapat bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) itu digelar Senin (8/12/2025). Di sana, Endipat meminta kementerian lebih aktif mengamplifikasi informasi kerja pemerintah.

"Fokus nanti, ke depan Kementerian Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional," kata Endipat.

"Membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi, sehingga enggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini, paling-paling di Aceh, di Sumatra, dan lain-lain itu."

Ucapannya makin tajam.

"Ada orang yang cuma datang sekali, seolah-olah paling bekerja di Aceh," sambungnya tanpa menyebut nama.

Politikus itu menegaskan, pemerintahlah yang pertama hadir dan sudah menggelontorkan dana triliunan rupiah. "Padahal negara sudah hadir dari awal. Ada orang baru datang, baru bikin satu posko, ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah sudah bikin ratusan posko di sana."

Dan kalimat penutupnya yang paling menyulut: “Orang per orang cuma nyumbang Rp 10 miliar, negara sudah triliunan ke Aceh.”

Akibat pernyataan itu, jagat maya pun gempar. Video rapatnya menyebar cepat, memicu gelombang kritik yang membanjiri akun media sosial Endipat. Tekanan dari netizen begitu besar, sampai-sampai akun Instagramnya terpaksa diprivate. Banyak yang bilang, ia kewalahan menghadapi bullyan massal yang dipicu ucapannya sendiri.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar