Komitmennya jelas: menjalankan mandat dari Rais Aam dan forum pleno sepenuh hati. Tapi jalan di depannya masih panjang. Prioritas utamanya sekarang sederhana tapi krusial: menormalkan dulu roda organisasi yang sempat goyah.
“Tugas saya berat,” aku Zulfa. “Pertama, normalisasi organisasi. Baru setelah itu, kami akan fokus menghantarkan Muktamar, yang diawali dengan Konbes.”
Namun begitu, semua rencana itu mustahil berjalan tanpa dukungan. Karena itulah, di akhir pernyataannya, Kiai Zulfa menyampaikan ajakan yang terdengar lebih seperti harapan.
“Ayo kita bersatu lagi. Kembali ke Rumah Besar kita ini. Sudah terlalu lama warga NU dirundung rasa sedih dan ketidakpastian,” pungkasnya.
Ajakan itu menggema. Sekarang, tinggal menunggu jawaban dari seluruh jajaran dan warga NU di berbagai tingkatan. Apakah mereka siap berjalan bersama?
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu 27 Kg dan Ribuan Pil di Tangerang
Tim Advokasi Tuding Laporan Polisi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis sebagai Bagian dari Strategi Pecah Belah Jokowi
Rp 2 Juta Per Kepala: Skandal Suap Izin TKA di Kemnaker Tembus Rp 135 Miliar
Sidang Isbat Digelar 17 Februari, Awal Ramadan 1447 H Segera Ditetapkan