Komitmennya jelas: menjalankan mandat dari Rais Aam dan forum pleno sepenuh hati. Tapi jalan di depannya masih panjang. Prioritas utamanya sekarang sederhana tapi krusial: menormalkan dulu roda organisasi yang sempat goyah.
“Tugas saya berat,” aku Zulfa. “Pertama, normalisasi organisasi. Baru setelah itu, kami akan fokus menghantarkan Muktamar, yang diawali dengan Konbes.”
Namun begitu, semua rencana itu mustahil berjalan tanpa dukungan. Karena itulah, di akhir pernyataannya, Kiai Zulfa menyampaikan ajakan yang terdengar lebih seperti harapan.
“Ayo kita bersatu lagi. Kembali ke Rumah Besar kita ini. Sudah terlalu lama warga NU dirundung rasa sedih dan ketidakpastian,” pungkasnya.
Ajakan itu menggema. Sekarang, tinggal menunggu jawaban dari seluruh jajaran dan warga NU di berbagai tingkatan. Apakah mereka siap berjalan bersama?
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral