"Status Taiwan sebagai wilayah China ditegaskan secara tegas dan tak terbantahkan oleh serangkaian fakta sejarah dan hukum yang kuat," tegas Wang Yi.
Di sisi lain, Taiwan punya pandangan yang berlawanan. Pemerintah di Taipei menolak klaim kedaulatan China. Mereka bersikukuh sebagai negara berdaulat dan menuduh Beijing memutarbalikkan sejarah.
Sementara itu, di Tokyo, respons terhadap insiden radar datang dari Kepala Sekretaris Kabinet, Minoru Kihara. Dia dengan tegas menolak alasan yang diberikan China.
"Penyinaran sinyal radar yang terputus-putus merupakan tindakan berbahaya," katanya. "Itu melampaui batas aman dan perlu."
Jadi, ketegangan masih menganga. Dari klaim sejarah hingga manuver militer di udara, kedua negara tampaknya belum menemukan titik temu.
Artikel Terkait
Bandara Sultan Hasanuddin Sambut Pemudik dengan Hampers Kejutan di Conveyor Belt
Lille Kalahkan Rennes 2-1 di Roazhon Park, Perkuat Posisi di Papan Atas
AVC Tetapkan Grup Champions Club Asia 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah dengan Dua Wakil
Simon Grayson Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia