Suasana di Sumatera Barat masih muram. Banjir melanda, ribuan orang mengungsi, dan upaya evakuasi terus berjalan. Tapi di tengah situasi genting itu, justru ada riak-riak lain yang muncul di permukaan. Kali ini dari media sosial.
Seorang pendukung Gerindra bernama Zulkifli memicu keributan. Alih-alih fokus pada solidaritas, postingannya malah menyasar partai lain dengan sebutan yang tak pantas: "Partai Komonis Sejahtera". Sindiran itu jelas ditujukan untuk PKS.
Ironisnya, di ranah politik praktis, hubungan kedua partai ini tidak sedang bermusuhan. Di Pilgub Sumbar kemarin, PKS dan Gerindra justru berkoalisi. Mahyeldi dari PKS berpasangan dengan Vasco Ruseimy dari Gerindra, dan mereka menang. Sekarang keduanya memimpin provinsi itu untuk periode 2025-2030.
Zulkifli memposting kegiatan Andre Rosiade, anggota DPR RI dari Gerindra asal Sumbar, yang sedang membagikan bantuan untuk korban banjir. Tapi captionnya yang bikin panas.
"Rakyat biasa sangat senang dengan kedatangan Andre Rosiade. Hanya kader simpatisan Partai Komonis Sejahtera saja yang kepanasan dari dapil 2 itu😆😆😆," tulisnya.
Dan itu bukan sekali. Di unggahan lain, dia kembali menyenggol. "Menunggu bazzer kader simpatisan Partai Komonis Sejahtera datang menghujat.😀😀😀😀 Andre Rosiade mengunjungi dapur umum DPC Gerindra Agam..."
Profil Zulkifli menyebutkan dia pernah menjadi Ketua Komite Peduli Bencana Kota Padang di 2018. Pekerjaannya sekarang? Entahlah.
Yang jelas, postingannya itu langsung jadi bahan bakar. Netizen, terutama yang bersimpati pada PKS, ramai-ramai menghujani kolom komentarnya dengan kecaman.
Syofwan Khairi menulis panjang lebar.
"Pak, bawa istigfar… Kami di PKS tidak ada menjelekkan siapapun, kalau bapak mau bantu dampak korban bencana silakan. Baa Pulo apak menjelekkan PKS dengan hal semacam itu, dimana2 PKS selalu melayani dengan kondisi apapun di lapangan. BPK Andre Rosiade org terhormat dan DPR RI ia pun sama2 membangun Sumbar. Kenapa menjelekkan yg lain, silakan lakukan apa yg bisa di lakukan."
Bung Syam juga ikut angkat bicara.
"Jgn merasa paling baik dan paling peduli, harusnya bersyukur kalau bisa bantu orang tanpa harus menjelekkan orang lain atau partai lain."
Dzull Hendri mengingatkan konteks yang sedang terjadi.
"Dalam situasi bencana alam ini, apa pantas anda menghujat partai lain. Semua partai terlibat membantu dan menjadi sukarelawan. Tunjukkan rasa empati kita terhadap saudara kita yang mendapat musibah."
Ada pula yang mengingatkan agar Zulkifli bertobat. Khairun Naim menulis dengan nada kesal, "Zulkifli, yg berbobotlah kalau mambuek status….iko mode anak² juo, apolai kini Sumbar dalam kondisi berduka."
Tanggapan Zulkifli? Cuma satu kalimat ngeyel. "di maa latak salah status ko ..??"
Begitulah. Di saat yang seharusnya semua bahu-membahu, justru muncul cibiran yang tak perlu. Politik memang tak pernah benar-benar libur, bahkan di tengah bencana sekalipun.
Artikel Terkait
Mobil Elf Rombongan Takziah Kecelakaan di Tuban, Satu Tewas dan Belasan Luka
PSG Vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions, Laga Final Dini yang Diprediksi Ketat
Tiga Sipir Lapas Blitar Diduga Jual Beli Kamar Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
Tim Uber Indonesia Kunci Juara Grup C Usai Comeback Dramatis Lawan Chinese Taipei