Prabowo Beri Peringatan Keras: Jangan Cari Untung di Tengah Bencana

- Minggu, 07 Desember 2025 | 22:30 WIB
Prabowo Beri Peringatan Keras: Jangan Cari Untung di Tengah Bencana

Udara di Posko Terpadu Penanganan Bencana di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda terasa tebal, Minggu (7/12) lalu. Di tengah situasi darurat itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang keras dan gamblang. Intinya sederhana: bencana bukanlah lahan untuk mencari untung.

"Saya tidak mau ada pihak-pihak yang menggunakan bencana ini untuk memperkaya diri," tegas Prabowo dalam rapat terbatas. Suaranya lantang, tak ada keraguan. "Saya akan tindak sangat keras. Jangan ada yang mencari keuntungan di tengah penderitaan rakyat."

Peringatan itu bukan sekadar retorika. Ia langsung menegaskan agar seluruh pejabat, dari pusat hingga daerah, menjaga integritas mereka. Penanganan bantuan dan logistik harus berjalan bersih, tanpa celah untuk main-main.

"Saya ingatkan, tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi di semua entitas pemerintahan," katanya lagi. Poinnya jelas: ini soal prinsip.

Menurutnya, musibah yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini justru harus jadi pengingat kolektif. Negara harus memusatkan segala sumber dayanya, setiap kemampuan dan setiap rupiah, untuk satu tujuan: meringankan beban warga yang terdampak.

"Karena ini buktinya," ujar Prabowo, "kita butuh setiap kemampuan kita, butuh setiap uang kita untuk menghadapi dan mengatasi kesulitan rakyat."

Untuk memastikan itu, ia punya instruksi spesifik. Para menteri, pejabat daerah, hingga pimpinan lembaga diminta turun tangan langsung melakukan pengawasan. Kewaspadaan ekstra mutlak diperlukan.

"Semua menteri, semua pejabat, semua pimpinan, waspada," tandasnya dengan nada final. Pesannya berakhir dengan penekanan pada tanggung jawab personal: "Periksa jajaranmu, periksa proyek-proyekmu, yang paling bertanggung jawab."

Pesan itu kini menggantung, menunggu realisasi di lapangan. Rakyat yang sedang berjuang menghadapi cobaan, tentu berharap ini bukan sekadar kata-kata.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar