Tak ketinggalan, sektor ekonomi warga pun lumpuh. Lahan pertanian, sawah, kebun, hingga tambak ikut menjadi korban. Perkantoran pemerintah pun tak berfungsi. Sungguh, gambaran kehancuran yang sangat menyeluruh.
Di tengah paparan data yang suram itu, Suharyanto memberi catatan penting. Semua angka yang disebutkan masih bersifat sementara. Timnya masih terus bekerja di lapangan, mendata, memverifikasi.
Jadi, angka Rp 25,41 triliun itu baru gambaran awal. Bisa saja membengkak, atau justru berkurang setelah pendataan lebih detail. Yang jelas, pekerjaan besar menanti untuk mengembalikan senyum di bumi Serambi Mekkah.
Artikel Terkait
Es Gabus dan Tuduhan Palsu: Kisah Sudrajat yang Teraniaya
Cairan Berbau Tajam Disemprotkan ke Ilhan Omar di Tengah Acara Town Hall
BMKG: Hujan di Jawa-Bali Baru Reda Maret, Sumatera Justru Basah Saat Kemarau
KPK Buka Peluang Pemeriksaan Jokowi Terkait Kasus Kuota Haji