Seorang ibu muda berusia 23 tahun akhirnya diamankan polisi. OMY, begitu ia disapa, ditangkap di sebuah tempat persembunyian di Depok pada Sabtu (6/12) lalu. Ia diduga kuat sebagai pelaku pembuangan jasad bayi perempuan di toilet Stasiun Citayam.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, mengonfirmasi penangkapan itu pada Minggu (7/12).
"Kemarin sore, ibu dari mayat bayi yang ditemukan di dalam toilet Stasiun Citayam sudah diamankan," ujarnya.
Menurut penyelidikan, OMY yang bekerja sebagai SPG itu mengaku nekat membuang anaknya karena diliputi rasa malu. Ia hamil di luar nikah, sementara sang pacar kabur begitu saja. Tekanan batin itulah yang mendorongnya melakukan tindakan tragis.
"Pelaku saat itu stres, anak hasil dari pacarnya yang kabur. Dia malu," jelas Made Budi.
Kisah Pilu di Balik Toilet Stasiun
Kronologi kejadiannya sungguh memilukan. OMY diketahui melahirkan sendiri di toilet wanita stasiun itu. Caranya? Ia belajar dari media sosial. Setelah bayinya lahir, dalam kepanikan dan rasa malu yang mendalam, ia justru mengambil nyawa anaknya sendiri.
Bayi malang itu kemudian direndam di air dan dibungkus kain sebelum ditinggalkan.
"Malu akhirnya membunuh, direndam ke air dan ditutup pakai kain," kata Made Budi menggambarkan kejadian tersebut.
Kini status OMY telah ditingkatkan menjadi tersangka. Ia terancam hukuman berat, dipidana penjara maksimal 15 tahun dan denda hingga Rp 3 miliar, berdasarkan UU Perlindungan Anak dan KUHP.
Penemuan yang Mengguncang
Semuanya berawal dari kewaspadaan petugas kebersihan. Ia melihat sebuah kantung belanja berwarna hijau tergantung di toilet wanita. Awalnya dikira barang tertinggal penumpang, petugas pun membukanya. Isinya bukan barang biasa, melainkan sebuah tragedi.
"Begitu membuka tas belanja warna hijau tersebut kemudian ditemukan mayat bayi perempuan kurang lebih berumur 4-5 hari," tutur Made Budi.
Di dalam kantung itu, selain jasad bayi, terselip selembar surat yang menyayat hati. Surat itu memohon bantuan untuk menguburkan sang bayi dengan layak, disertai pengakuan kegagalan sebagai seorang ibu.
Isi suratnya adalah:
Tolong bantu saya siapa pun Anda. Kuburkan anak saya dengan layak. Maafkan saya, saya tidak mampu menjadi ibu yang baik :( saya gagal merawat putriku ini.
Nama baby, Oktavia binti Winata.
Lahir 26 November 2025.
Wafat 30 November 2025
Jam wafat: 05.10 subuh.
Surat itu, dengan tanda tangis berupa emotikon sedih, menjadi saksi bisu konflik batin sang ibu. Sebuah permintaan maaf dan pengakuan yang datang terlambat, setelah segalanya terjadi.
Artikel Terkait
Garuda Muda Kalahkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17 2026
Arsenal Vs Atletico Madrid: Laga Penentuan Tiket Final Liga Champions di Emirates
Paus Sperma 15 Meter Terdampar Mati di Pantai Jembrana Bali
Persib dan Borneo FC Imbang Poin di Puncak Klasemen, Laga Kontra Persija Jadi Penentu Gelar Liga 1