Insiden di Langit Okinawa: China dan Jepang Saling Tuduh Soal Radar dan Provokasi

- Minggu, 07 Desember 2025 | 17:06 WIB
Insiden di Langit Okinawa: China dan Jepang Saling Tuduh Soal Radar dan Provokasi

Insiden di langit dekat Okinawa akhir pekan lalu memicu saling tuduh antara China dan Jepang. Kolonel Wang Xuemeng, juru bicara Angkatan Laut China, dengan tegas membantah pernyataan Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi. Menurut Wang, pernyataan dari Tokyo itu tak lebih dari fitnah belaka.

Menurut sejumlah saksi, kejadian ini berlangsung di atas laut sebelah tenggara Pulau Okinawa pada Sabtu (6/12). Pihak Jepang mengklaim jet tempur mereka dibidik radar oleh pesawat China yang lepas landas dari kapal induk. Bahkan, insiden serupa disebut terjadi dua kali.

Namun begitu, versi China sama sekali berbeda. Wang Xuemeng menjelaskan bahwa pesawat-pesawat Jepang lah yang berulang kali mendekati dan mengganggu armada mereka. Saat itu, Angkatan Laut Tiongkok sedang menggelar latihan terbang berbasis kapal induk di timur Selat Miyako latihan yang katanya sudah diumumkan jauh hari sebelumnya.

“Kami dengan sungguh-sungguh menuntut agar pihak Jepang segera menghentikan fitnah dan pencemaran nama baik,” tegas Wang, seperti dikutip media Minggu (7/12).

“Secara tegas juga, mereka harus mengekang tindakan garis depan.”

Wang menegaskan semua respons China sudah sesuai hukum yang berlaku. Tidak lebih, tidak kurang.

“Angkatan Laut Tiongkok akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai hukum,” ujarnya lagi, “untuk menjaga keamanan sendiri serta hak dan kepentingan yang sah.”

Di sisi lain, Shinjiro Koizumi sebelumnya telah menyatakan kecamannya. Meski tak ada korban jiwa atau kerusakan fisik, Menteri Pertahanan Jepang itu menilai aksi China berbahaya dan provokatif.

“Sangat disesalkan bahwa insiden seperti itu telah terjadi,” kata Koizumi dalam konferensi pers Minggu (7/12).

Ia memastikan pemerintah Jepang telah menyampaikan protes resmi ke Beijing. Pesannya singkat: jangan diulangi lagi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar