JAKARTA – Soal polemik ijazah Jokowi yang kembali mencuat, kubu pendukung mantan presiden itu bersikap cukup tenang. Andi Azwan, Ketua Umum Jokowi Mania (Joman), punya jawaban tegas untuk Roy Suryo dan kawan-kawannya yang disebutnya penasaran.
“Kalau ingin melihat, lihatlah aslinya disitu. Ada watermark, dan itu akan dibuka oleh Pak Jokowi di pengadilan,” ujar Andi dalam tayangan Interupsi di iNews TV, Kamis malam kemarin.
Dia menegaskan, pihak Roy Suryo sebenarnya tak pernah memegang bukti yang valid. Menurut Andi, yang selama ini dipamerkan justru bukan ijazah angkatan Jokowi.
“Yang kedua, dia tidak pernah mempunyai ijazah dari alumni angkatannya Pak Jokowi. Yang ditampilkan disitu adalah ijazah di atasnya Pak Jokowi dan materainya sangat berbeda,” tegasnya.
Andi lalu menjabarkan soal pembagian gelombang wisuda tahun 1985. Rupanya, saat itu ada empat periode. Gelombang pertama di Februari, diisi oleh angkatan-angkatan di atas Jokowi.
“Karena tahun 1985 ada 4 gelombang. Ada gelombang 1 Februari, gelombang Maret-Mei gelombang kedua, Agustus gelombang 3 dan 4,” lanjutnya.
Nah, untuk gelombang kedua di bulan Mei, hanya ada tiga orang wisudawan. Jokowi termasuk di dalamnya, dengan tanggal yudisium 7 Mei 1985. “Ini lulusan yang tercepat, 4,5 tahun itungannya,” imbuh Andi.
Sedangkan gelombang Agustus juga diisi tiga orang. Baru pada November, ada 14 orang yang diwisuda bersama. “Disitulah Pak Jokowi dan 14 orang itu di wisuda bersama,” pungkasnya.
Jadi, intinya sederhana. Andi dan kubu Joman seolah berkata: kalau memang mau bukti otentik, tunggu saja di persidangan. Di sana semuanya akan dibuka langsung oleh Jokowi sendiri.
Artikel Terkait
Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Cetak Rekor Baru Cadangan Pangan Nasional
Bareskrim dan FBI Buru 2.400 Pembeli Alat Phishing Buatan Pasangan NTT, Kerugian Capai Rp350 Miliar
Empat Pelajar SMK di Lampung Barat Temukan Celah Keamanan Sistem Digital NASA, Diakui sebagai White Hacker Dunia
Trabzonspor Lolos ke Babak Berikutnya Piala Turki Usai Kalahkan Samsunspor Lewat Adu Penalti