Kamis siang (4/12) di Istana Merdeka, suasana tampak berbeda. Ada riuh rendah marching band dan dentuman gendang yang mengiringi tarian Pa'gellu dari Toraja. Semua itu adalah sambutan untuk seorang tamu penting: Wang Huning, Ketua MPR China, yang baru saja tiba pukul 11.35 WIB.
Wang, dengan jas hitamnya, sempat berhenti sejenak menyaksikan tarian penyambutan itu. Tak lama, Mensesneg Prasetyo Hadi pun maju menyapanya. Mereka lalu berjalan beriringan menuju selasar istana.
Di sana, Presiden Prabowo Subianto sudah menunggu. Sang presiden tampil dengan setelan jas abu-abu gelap dan peci hitam. Dengan senyum lebar, Prabowo menyambut kedatangan Wang. Pertemuan dua pucuk pimpinan itu berlangsung hangat.
Setelah bertukar sapa, mereka berdua kemudian menuju Ruang Kredensial. Agenda selanjutnya adalah sesi foto bersama dan pengisian buku tamu. Ruangan itu menjadi saksi bisin pertemuan bilateral yang penting hari itu.
Prabowo dalam kesempatan ini tidak sendirian. Ia tampak didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ada di sisinya, begitu pula dengan Ketua MPR Ahmad Muzani.
Pertemuan ini, meski singkat di bagian penyambutannya, menandai babak baru dalam hubungan kedua negara. Wang Huning sendiri diketahui merupakan figur senior di pemerintahan China. Kunjungannya ke Jakarta ini tentu membawa agenda dan harapan tersendiri dari kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu