Stiker Raksasa Presiden di Karung Beras Bencana Sumatera Picu Sorotan

- Rabu, 03 Desember 2025 | 15:40 WIB
Stiker Raksasa Presiden di Karung Beras Bencana Sumatera Picu Sorotan

Stiker Wajah Presiden di Bantuan Beras 50 Ton untuk Sumatera Tuai Sorotan

Bantuan 50 ton beras untuk masyarakat Sumatera yang terdampak bencana akhirnya tiba. Tapi yang bikin orang-orang ngomong bukan cuma jumlahnya. Di setiap karung, terpampang stiker wajah Presiden Prabowo Subianto yang ukurannya gak main-main gede banget.

Langsung aja, foto-foto itu membanjiri media sosial. Netizen ramai-ramai berkomentar, banyak yang sinis dan mempertanyakan kepantasannya.

Akun X @ahhcrazzytweet, misalnya, menulis dengan nada sarkastik.

"Jadi bantuan telat dateng karena nunggu ni sticker jadi dulu ya? Shameless,"

Senada dengan itu, akun @chvenawe ikut menyentil soal anggaran.

"Sebenernya budget buat stiker tuh bisa loh buat beli yang lain🥴,"

Ada juga yang membandingkan dengan cara pemerintah daerah. Menurut mereka, bantuan dari pemprov biasanya polos saja, tanpa embel-embel wajah pejabat.

Akun @ugethug mengungkapkan kekecewaannya dengan panjang lebar.

"Pemprov aja bisa loh ngasih bantuan tanpa labeling atas nama pribadi/atas nama leader nys doang. Pak prabowo yg kata jamaahnya orang paling tulus se indonesia (berdasarkan kata gusdur KATANYA) kok sempet"nya print sticker pake wajah gemoynya di tengah kondisi yg urgent ini? 😭"

Kritik serupa bertebaran. Jean S Tadong lewat akun @jstadongg misalnya, menyoroti asal dana bantuan tersebut.

"Bantuan presiden?🫣 Itu duit kita kali pak, duit org sumatra. Trnyata bantuan dateng nya lama bukan karna gaada duitnya, lama nunggu printing sticker muka president 🥱"

Gelombang komentar ini menunjukkan satu hal: di tengah situasi darurat, simbolisasi dan pencitraan seperti itu justru terasa janggal bagi banyak orang. Seolah ada yang lebih diprioritaskan selain kecepatan dan ketepatan bantuan itu sendiri.

Pemandangan stiker besar di karung beras itu kini jadi bahan pembicaraan yang lebih luas, jauh melampaui sekadar berita tentang pengiriman logistik. Ia memantik pertanyaan tentang etika, efektivitas, dan esensi dari sebuah bantuan di kala darurat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar