Bioetanol Aren: Energi Bersih yang Siap Gantikan Impor BBM

- Rabu, 03 Desember 2025 | 13:50 WIB
Bioetanol Aren: Energi Bersih yang Siap Gantikan Impor BBM

Nama Bioetanol Aren atau E100 tiba-tiba ramai diperbincangkan. Bahan bakar baru ini muncul di tengah gencarnya wacana energi terbarukan, dan langsung disebut-sebut bakal jadi pesaing serius untuk BOBIBOS yang berbahan baku jerami.

Yang menarik, proyek percontohannya bahkan sudah diresmikan langsung oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Lokasinya di lingkungan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang, Garut.

Agenda transisi energi Presiden Prabowo Subianto sepertinya menemukan momentumnya. Tapi ini bukan cuma soal proyek teknis belaka. Lebih dari itu, ini bukti nyata bahwa kekayaan hutan kita dalam hal ini pohon aren bisa disulap jadi energi bersih yang punya nilai ekonomi tinggi buat masyarakat.

Lalu, apa sebenarnya Bioetanol Aren ini?

Singkatnya, ini adalah bahan bakar nabati yang diolah dari nira aren. Prosesnya dimulai dari penyadapan nira segar, lalu difermentasi pakai ragi Saccharomyces cerevisiae, dan akhirnya dipanaskan lewat distilasi untuk memisahkan etanol murninya. Menurut Raja Juli, seluruh rangkaian itu dari sadap sampai jadi bioetanol sudah berjalan di pilot project tadi.

Kenapa aren? Ternyata, tanaman ini punya potensi besar. Ia bisa tumbuh dengan baik di hutan atau area lereng, tidak terlalu rewel. Bahkan, rencananya Presiden Prabowo ingin menanam aren seluas 2 juta hektar.

Angkanya cukup mencengangkan. Raja Juli menyebut, dengan menanam 1,1 juta hektar saja, produksi Bioetanol yang dihasilkan bisa mencapai 26 juta kiloliter.

"Angka tersebut setara dengan nilai impor BBM kita yang mencapai Rp300 triliun,"

katanya.

Namun begitu, agar mimpi besar ini tak sekadar wacana, Kemenhut sudah bergerak. Mereka membentuk tim kerja khusus untuk mempercepat pengembangan aren, lewat Keputusan Menteri nomor 440 tahun 2025. Tujuannya jelas: mendukung swasembada pangan dan energi.

Kalau dioptimalkan, pemanfaatan aren ini bukan main-main. Kapasitas produksinya bisa menyentuh 300 liter bioetanol per hari. Bonusnya, ada juga 300 sampai 500 kilogram gula aren yang dihasilkan setiap harinya. Sebuah potensi yang sayang untuk dilewatkan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar