Mualem Tinjau Udara Aceh: Bencana Ini Bak Tsunami Kedua

- Rabu, 03 Desember 2025 | 10:54 WIB
Mualem Tinjau Udara Aceh: Bencana Ini Bak Tsunami Kedua

Dari ketinggian, Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang lebih akrab disapa Mualem menyaksikan langsung dampak mengerikan banjir bandang dan longsor. Pemandangan dari udara itu memperlihatkan betapa parahnya situasi: sebagian besar jalur utama di provinsi itu terputus total, terisolasi oleh lumpur dan air bah.

Dalam foto yang diunggahnya ke Instagram pribadi, Rabu (3/12), Mualem tampak memakai topi hitam dan rompi oranye BNPB. Dari balik jendela pesawat, tatapannya terlihat haru, menatap lanskap rumah dan jalan yang hancur di bawah.

Ia pun menuliskan pesan singkat terkait peninjauan itu. Eks Panglima GAM ini menyatakan harapannya agar Aceh segera pulih. Doanya juga ia sampaikan untuk para korban.

"Semoga Aceh lekas pulih, lalu bangkit bersama doa seluruh aneuk nanggroe. Al-Fatihah untuk para korban bencana yang berpulang,"

Dalam kesempatan lain, Mualem bahkan menyebut musibah kali ini bak tsunami kedua, mengingatkan kembali pada tragedi memilukan 26 Desember 2004 silam.

Di sisi lain, data terbaru dari BNPB sungguh memilukan. Per Rabu (3/12) itu, korban meninggal akibat bencana di tiga provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh telah mencapai 753 orang. Angka yang sulit diterima akal sehat.

Belum lagi 650 orang lainnya masih dinyatakan hilang, belum ditemukan. Sementara yang terluka mencapai 2,6 ribu orang lebih. Dampaknya luas sekali: sekitar 1,7 juta jiwa terdampak di Sumut, 1,5 juta jiwa di Aceh, dan 141,8 ribu di Sumbar. Bencana ini benar-benar menghantam kehidupan banyak keluarga.

Menurut Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, bantuan sudah mulai disalurkan. Namun, jalan masih panjang. Hingga saat ini, bantuan baru bisa menjangkau sekitar 11 dari total 17 kabupaten dan kota yang terdampak di Aceh. Perjuangan untuk pemulihan, tampaknya, masih akan berlangsung lama.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar