Aslan, Anjing Pelacak yang Menemukan Harapan di Tengah Reruntuhan Tapanuli

- Senin, 01 Desember 2025 | 15:24 WIB
Aslan, Anjing Pelacak yang Menemukan Harapan di Tengah Reruntuhan Tapanuli

Kaki-kakinya yang kecil dengan sigap menapaki tumpukan lumpur tebal. Wilayah di Tapanuli Utara itu hancur lebur oleh banjir dan longsor. Hidung si anjing terus mengendus, menyisir setiap aroma yang tersisa di antara puing.

Ia berhenti sesekali. Lalu mengendus lebih dalam, sebelum akhirnya mencoba menggali dengan kedua kaki depannya. Bagi warga yang menunggu dengan hati berat, setiap hentian itu melahirkan secercah harapan. Mungkin saja, ini petunjuk untuk menemukan keluarga mereka yang masih hilang.

Anjing itu bernama Aslan. Sebagai anjing pelacak (K-9) dari Ditsamapta Polda Sumut, ia diterjunkan langsung ke lokasi bencana. Tugasnya jelas: mencari korban.

Bekerja di bawah panduan Bripka Ikhsan Fuadi dan tim Unit Polsatwa K-9, Aslan menyusuri area terdampak bersama personel Polres Tapanuli Utara. Cuaca dan medan yang sulit tak menyurutkan langkahnya.

Dan upayanya membuahkan hasil. Aslan berhasil menemukan dua korban yang tertimbun lumpur.

“Aslan memberi reaksi kuat di dua titik berbeda,” begitu bunyi keterangan resmi Baharkam Polri yang diunggah di Instagram.

“Dari sana, tim berhasil menemukan dua jenazah korban bencana yang sebelumnya belum terdeteksi, sehingga keluarga kini punya kepastian dan bisa segera memberikan penghormatan terakhir yang layak.”

Setelah Aslan memberi tanda, tim segera bergerak menggali titik yang ditunjuk. Jenazah korban pun berhasil dievakuasi ke ambulans untuk diserahkan kepada keluarga yang berduka.

Keterangan itu juga menambahkan apresiasi. “Di balik keberhasilan itu, ada dedikasi tanpa lelah dari Aslan dan para personel yang menemaninya: para pawang, sopir, hingga petugas pengaman yang siaga penuh dalam misi kemanusiaan ini.”

Di tengah kepiluan, kerja tim ini setidaknya memberikan sedikit kelegaan. Sebuah kepastian, meski pahit, akhirnya bisa didapatkan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar