Trump Umumkan Operasi Darat Anti-Narkoba di Venezuela, Langsung Dimulai

- Senin, 01 Desember 2025 | 10:12 WIB
Trump Umumkan Operasi Darat Anti-Narkoba di Venezuela, Langsung Dimulai

Dalam sebuah konferensi video bersama para tentara AS untuk menyambut libur Thanksgiving, Minggu (30/11), Presiden Donald Trump mengumumkan rencana yang cukup mengejutkan. Dia menyatakan Amerika Serikat akan memulai operasi darat pencegahan perdagangan narkoba di Venezuela, dan itu akan dilakukan sesegera mungkin.

“Dalam beberapa minggu terakhir, Anda telah berupaya untuk menghalangi para pengedar narkoba Venezuela, yang jumlahnya banyak,” ujar Trump dalam pidatonya di depan tentara AU AS.

Lalu dia menambahkan, “Kalian mungkin memperhatikan bahwa orang-orang tidak ingin mengirim melalui laut, dan kami akan mulai menghentikan mereka melalui darat. Pengiriman melalui darat juga lebih mudah, dan itu akan segera dimulai.”

Namun begitu, detail konkret tentang seperti apa bentuk operasi antinarkoba lewat darat ini masih belum jelas. Rencana ini muncul di tengah serangkaian aksi AS belakangan ini.

Mereka telah melakukan serangan udara terhadap kapal-kapal yang dicurigai mengangkut narkoba lewat laut, meski bukti atas klaim tersebut belum juga ditunjukkan. Belum lagi unjuk kekuatan dengan mengerahkan pesawat bomber B-52 dan B-1B yang terbang di sekitar wilayah kedaulatan Venezuela. Sebuah langkah yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Di sisi lain, Venezuela punya pandangan yang sangat berbeda. Pemerintahan Presiden Nicolas Maduro menuding keras bahwa semua tindakan AS ini bukanlah tentang narkoba. Menurut mereka, ini murni upaya untuk melengserkan Maduro dari kursi kepresidenannya.

Maduro sendiri telah berulang kali membantah keterlibatannya dalam perdagangan narkoba internasional. Dia tak tinggal diam.

Sebagai respons, dia memerintahkan tentara Venezuela untuk menggelar latihan perang dan parade militer. Tujuannya jelas: menunjukkan kekuatan dan sekaligus berusaha mendulang dukungan dari publik di tengah situasi yang semakin memanas.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar