Setelah delapan bulan lamanya menghilang, nasib tragis akhirnya menimpa Alvaro Kiano Nugroho. Bocah enam tahun itu ditemukan tewas, mengakhiri pencarian panjang sejak Maret 2025 di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Polisi telah mengamankan Alex Iskandar, ayah tiri Alvaro. Pria ini diduga kuat sebagai pelaku di balik penculikan dan pembunuhan anak tersebut.
Dari keterangan keluarga, terkuak sedikit demi sedikit potongan kisah yang memilukan. Nenek Alvaro, Sayem, bercerita bahwa ibu kandung Alvaro, Arum, telah menikah dengan Alex sejak 2023.
“Sudah dua tahun menikah, sejak 2023. Alvaro enggak di sana, di Tangerang,” ujar Sayem di rumahnya di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (24/11).
Setelah menikah, Arum dan Alex memilih tinggal di Tangerang. Sementara Alvaro justru lebih banyak dibesarkan oleh kakek dan neneknya.
“Ibu Alvaro tinggal di sana, tapi Alvaro itu sama kakaknya dari bayi ikut saya. Jadi ikut emaknya enggak mau, enggak mau tinggal di situ,” lanjutnya menjelaskan.
Namun begitu, rumah tangga mereka ternyata tak berjalan mulus. Menurut Sayem, Arum sempat meminta cerai dari Alex. Tapi Alex bersikeras tak mau berpisah.
“Arum udah enggak mau, udah minta cerai. Tapi Alex bilang, ‘Kalau lo mau ceraiin saya, lo ngurus aja sendiri’. Arum-nya enggak mau, ‘lo aja ngurus’,” tutur Sayem menirukan percakapan.
Konflik rumah tangga itu terus berlarut. Mereka kerap bertengkar setiap kali bertemu.
“Pulang pun berantem terus. Alex-nya enggak mau dipisah dari Arum, dari anak saya,” imbuh Sayem.
Arum sendiri diketahui bekerja sebagai tenaga migran di Malaysia. Jarak pun semakin memperumit keadaan.
Di sisi lain, keluarga menduga ada motif balas dendam di balik penculikan Alvaro. Mereka curiga Alex sengaja menculik agar Arum mau pulang dari Malaysia.
“Mungkin dendamnya begini, nyulik Alvaro itu supaya Arum pulang,” duganya.
Meski demikian, Sayem mengaku Alex tak pernah secara terang-terangan mengancam. Semua dugaan itu muncul dari analisis keluarga melihat situasi yang ada.
“Tapi dia ancam sih enggak pernah, enggak sempat diomong. Tapi, kirain saya sama keluarga begitu, supaya Arum-nya balik bareng-bareng lagi sama si Alex. Cuma anak saya udah enggak mau,” pungkasnya.
Alvaro pertama kali hilang usai salat Asar di Masjid Jami Al-Muflihun, Pesanggrahan. Masjid itu letaknya masih dalam satu lingkungan rumahnya.
Delapan bulan kemudian, pencarian berakhir pilu. Jenazahnya ditemukan mengapung di Kali Cirewed, Bogor. Dan kini, Alex Iskandar resmi ditetapkan sebagai tersangka penculikan dan pembunuhan Alvaro.
Artikel Terkait
Kesejahteraan Dosen Dinilai Memprihatinkan, Anggota DPR Dukung Judicial Review UU Guru dan Dosen di MK
Tiga Pelajar di Sragen Diamankan Polisi Usai Siaran Langsung TikTok Berpocong yang Resahkan Warga
PDAM Makassar Matikan Aliran Air 24 Jam di 17 Wilayah Akibat Perbaikan Pipa Bocor
Polisi: Tersangka Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SD di Makassar Kecanduan Film Porno dan Narkoba