Waspada! Gerakan Padel Bisa Picu Cedera Bahu, Begini Cara Mencegahnya

- Minggu, 23 November 2025 | 21:30 WIB
Waspada! Gerakan Padel Bisa Picu Cedera Bahu, Begini Cara Mencegahnya
Cedera Bahu dalam Olahraga Padel

Bahu Sakit Usai Main Padel? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Padel memang seru, tapi jangan sampai keseruan itu berujung pada cedera bahu yang mengganggu. Banyak pemain baik pemula maupun yang sudah mahir mengeluhkan nyeri di area bahu setelah bermain. Kenapa ya bisa begitu?

Mengapa Bahu Rentan Cedera di Lapangan Padel?

Kalau diperhatikan, gerakan dalam padel itu sangat repetitif. Bayangkan saja: dalam satu pertandingan, berapa kali Anda melakukan pukulan vibora, bandeja, atau smash? Puluhan kali, bahkan mungkin ratusan. Setiap pukulan melibatkan rotasi bahu yang intens, menempatkan tekanan konstan pada otot dan tendon di area tersebut.

Yang sering tidak disadari, teknik memukul yang salah ternyata menjadi biang keladi utama. Banyak pemain terlalu mengandalkan kekuatan bahu saja, padahal seharusnya menggunakan seluruh tubuh. Akibatnya? Bahu bekerja terlalu keras sendirian.

"Kurangnya pemanasan sebelum bermain juga masalah klasik yang sering diabaikan," kata seorang pelatih padel yang kerap menangani kasus cedera. "Pemain rekreasional biasanya langsung main tanpa persiapan memadai."

Faktor Pemicu Cedera Bahu

Pertama, teknik pukulan yang keliru. Pukulan seperti vibora atau bandeja membutuhkan koordinasi tubuh yang baik. Jika sudut pukulan salah atau posisi tubuh tidak tepat, tekanan berlebih langsung tertumpu pada sendi bahu.

Kedua, repetisi tanpa jeda. Main terus menerus tanpa istirahat apalagi kalau durasi pertandingan panjang bisa memicu peradangan. Otot bahu butuh waktu untuk recovery.

Yang ketiga, pukulan terlalu cepat tapi tidak terkontrol. Ingin memukul keras itu wajar, tapi kalau sampai kehilangan keseimbangan, bahu lah yang jadi korban. Pukulan cepat tanpa stabilitas memaksa bahu bekerja di posisi yang tidak natural.

Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Pemanasan yang benar itu non-negotiable. Jangan asal gerak-gerak lima menit terus langsung main. Lakukan rotasi bahu, ayunan tangan, dan peregangan menyeluruh untuk otot deltoid, biceps, dan triceps. Ini membantu membuka ruang gerak sendi dan meningkatkan sirkulasi darah.

Perbaiki teknik pukulan. Ini mungkin butuh waktu dan kesabaran, tapi worth it untuk jangka panjang. Belajar dari pelatih berpengalaman atau video tutorial resmi bisa membantu memperbaiki posisi tubuh dan sudut ayunan yang tepat.

Yang sering terlupa: gunakan tenaga dari pinggul dan kaki, bukan cuma mengandalkan bahu. Dengan begitu, beban tidak hanya bertumpu pada satu area saja.

Jangan lupa beri waktu istirahat yang cukup. Bermain tiga jam nonstop? Itu resep cedera. Beri jeda reguler agar otot punya kesempatan recovery.

Terakhir, hindari overpowering. Pukulan keras itu bagus, tapi harus dikontrol. Cari ritme yang seimbang antara tenaga dan teknik.

Bahu Sudah Terasa Sakit? Lakukan Ini

Kalau nyeri mulai terasa, jangan dipaksakan. Hentikan aktivitas segera. Beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan:

  • Istirahatkan bahu selama beberapa hari
  • Kompres dengan es selama 10-15 menit beberapa kali sehari
  • Konsumsi anti-inflamasi sesuai anjuran dokter
  • Yang paling penting: konsultasi ke dokter spesialis olahraga

Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan tidak ada cedera serius seperti robekan tendon atau peradangan berat yang butuh penanganan khusus.

Intinya, cedera bahu dalam padel memang umum, tapi sebenarnya bisa dicegah. Dengan teknik yang benar, pemanasan adequate, dan manajemen istirahat yang baik, Anda bisa terus menikmati permainan ini tanpa gangguan nyeri bahu.

Jadi, jangan anggap remeh persiapan sebelum main. Lebih baik mencegah daripada harus berhenti bermain karena cedera, bukan?

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar