Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, memastikan bahwa Seni, seorang pekerja migran berusia 47 tahun asal Temanggung, akan mendapatkan pendampingan hukum yang ia butuhkan. Perempuan ini baru saja dibebaskan setelah 21 tahun lamanya disekap di Malaysia.
Tak hanya bantuan hukum, Mukhtarudin menyebut pihaknya juga akan memfasilitasi komunikasinya dengan keluarga, mengurus penerbitan SPLP, serta memberikan dukungan pemulihan baik dari segi kesehatan fisik maupun psikologis. Semua ini dilakukan agar korban bisa segera bangkit.
“Kami memastikan proses hukum berjalan transparan dan berpihak pada pemulihan serta keadilan bagi korban,” tegasnya dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (23/11).
Menurutnya, kasus ini mendapat perhatian yang sangat serius dari pemerintah. “Negara tidak akan tinggal diam ketika ada pekerja migran Indonesia yang dieksploitasi atau diperlakukan tidak manusiawi di luar negeri. Kami memastikan negara hadir,” lanjut Mukhtarudin.
Di sisi lain, ia tak lupa menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat aparat penegak hukum Malaysia yang berhasil menemukan Seni. “Kami mengapresiasi sikap tegas Pemerintah Malaysia dalam menangani kasus ini,” ujarnya.
“Respons cepat penegak hukum Malaysia menunjukkan komitmen bersama dalam memberantas eksploitasi dan memastikan keadilan bagi korban,” tambahnya.
Rasa terima kasih juga disampaikan kepada KBRI Kuala Lumpur yang langsung turun tangan memberikan pendampingan sejak awal Seni ditemukan. “Kami berterima kasih kepada KBRI Kuala Lumpur atas gerak cepat dan koordinasi intensif yang dilakukan,” kata Mukhtarudin.
“Dukungan KBRI sangat penting dalam memastikan korban mendapat perlindungan maksimal.”
Bagaimana kasus ini bisa terungkap? Ternyata, anak dari pelaku lah yang tidak tega melihat penderitaan Seni. Selama 21 tahun, ia disekap dan tak pernah digaji. Bahkan, menurut pengakuan polisi Malaysia, ia mengalami siksaan berulang mulai dari air panas yang dituang ke mulutnya, cubitan di dada hingga infeksi, luka melepuh di kaki, hingga tendangan di mulut yang membuat giginya patah.
Kedua pelaku, yang merupakan majikannya, kini telah ditangkap. Berkat laporan sang anak, nasib Seni akhirnya sampai juga pada titik terang.
Artikel Terkait
Chelsea Pecat Liam Rosenior Usai Hanya Tiga Bulan Melatih
Guru Besar Unhan Tegaskan Modernisasi Pertahanan Indonesia Sudah Jadi Kebutuhan Mutlak
PSM Makassar Bertekad Bangkit Hadapi Persik di Laga Krusial
Makassar Wajibkan Jukir Miliki KTP Lokal, Sinergi dengan Camat dan Lurah Diperkuat