Peng Xiao Ran, dari Suara Presenter Menjadi Jiwa Karakter yang Memukau

- Minggu, 23 November 2025 | 10:30 WIB
Peng Xiao Ran, dari Suara Presenter Menjadi Jiwa Karakter yang Memukau

Nama Peng Xiao Ran tiba-tiba ada di mana-mana. Semenjak kemunculannya di drama terbaru Love and Crown, perhatian publik seolah tertuju padanya. Padahal, perjalanannya ke puncak dunia akting bisa dibilang tak biasa. Dia tak langsung terjun ke dunia seni peran, melainkan memulai segalanya dari kursi presenter.

Yang menarik, justru latar belakangnya di dunia penyiaran itulah yang jadi senjatanya sekarang. Kemampuan vokal yang jernih, artikulasi sempurna, dan penguasaan emosi saat berbicara semua itu jadi modal berharga saat ia akhirnya beralih ke akting. Hasilnya? Karakternya di layar selalu terasa hidup dan memukau.

Perlahan tapi pasti, wanita berpesona lembut ini membuktikan bahwa tekadnya tak main-main.

Dari Studio ke Lokasi Syuting

Bicara soal profil Peng Xiao Ran, kita harus mundur sedikit. Dia lahir dan besar di Beijing, dan pendidikannya pun solid. Dia menempuh studi di Jurusan Broadcasting, Communication University of China salah satu kampus komunikasi terbaik di Tiongkok.

Karier profesionalnya dimulai pada April 2013. Saat itu, ia menjadi pembawa acara iQiyi Morning Flight. Hanya dalam dua tahun, bakatnya diakui. Di ajang Variety Show Festival ke-8, ia menyabet penghargaan "Potential Host of the Year". Saat itu, masa depannya sebagai presenter terlihat sangat cerah.

Tapi rupanya, takdir membawanya ke jalan lain.

Dunia akting mulai dijajaknya pada Februari 2014. Lewat peran pendukung di drama horor misteri Ferryman, ia mendapat pengalaman pertama di depan kamera. Perannya mungkin singkat, tapi cukup untuk membuka pintu menuju proyek-proyek lebih besar.

Namun, terobosan sesungguhnya baru datang pada 2019. Melalui perannya sebagai putri lugu dalam drama kostum Goodbye My Princess, ia berhasil memenangkan penghargaan "Best Actress of the Year Online Drama". Aktingnya yang ekspresif dan penuh emosi bikin banyak orang terpana. Sejak saat itu, namanya masuk dalam daftar aktris paling diperhitungkan.

Comeback dan Karakter yang Menggoda

Setelah itu, perhatian terhadapnya makin menjadi. Oktober 2025 menjadi momen penting. Ia comeback lewat drama fantasi-sejarah The Secret Abyss, di mana ia memerankan Mo Yu Mo.

Karakter ini tak main-main. Dia adalah putri tertua Klan Mo keluarga elite di dunia bawah tanah serial itu. Mo Yu Mo digambarkan sebagai wanita tercantik sekaligus pembunuh bayaran paling mematikan. Sebuah kombinasi antara keanggunan dan bahaya yang memesona.

Yang bikin penonton makin terkesima? Peng Xiao Ran menggunakan suara aslinya sendiri. Suaranya yang hipnotis, tegas, dan berkarakter itu bikin banyak adegan jadi hidup. Tak heran, cuplikan adegannya banyak dibagikan ulang oleh penonton yang terpukau.

Belum habis rasa kagum pada Mo Yu Mo, November ini ia sudah muncul lagi dengan wajah baru. Kali ini di drama Love and Crown.

Di sini, dia berperan sebagai Ling Cang Cang pendiri Fenglai Pavilion sekaligus pendekar wanita yang punya keberanian dan keterampilan bela diri luar biasa. Karakternya kuat, menjunjung tinggi keadilan, dan melindungi rakyat kecil. Dia menjadi sekutu strategis Kaisar Xiao Huan, yang diperankan Ren Jia Lun, dalam memerangi korupsi dan kekacauan di negerinya.

Namun, ada twist menarik. Ternyata, di balik identitasnya sebagai pendekar, Ling Cang Cang adalah putri dari Grand Chancellor sekaligus calon permaisuri kekaisaran. Perjalanan karakternya penuh dengan dilema, tanggung jawab besar, dan pertarungan batin yang rumit. Peran yang menantang, tapi justru di situlah Peng Xiao Ran bersinar.

Drama ini juga menampilkan sederet nama besar seperti Zhang Yao dan Estelle Chen. Bagi yang penasaran, Love and Crown sudah bisa ditonton di Netflix.

Jadi, begitulah perjalanan Peng Xiao Ran. Dari presenter muda yang penuh potensi, menjelma menjadi aktris utama yang diperhitungkan. Dengan dua drama besar di tahun yang sama The Secret Abyss dan Love and Crown 2025 jelas menjadi tahun yang tak akan ia lupakan. Sebuah tahun yang membuktikan bahwa transformasi kariernya benar-benar membuahkan hasil.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar