ucapnya singkat kepada para wartawan yang menunggu.
Namun begitu, ada satu topik yang tak terelakkan. Saat ditanya mengenai surat yang memintanya mundur dari jabatan Ketum PBNU, Gus Yahya mengaku belum menerima surat tersebut.
Perihal surat itu sendiri, kabarnya sudah ditandatangani oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, pada 20 November 2025. Keputusan ini diambil berdasarkan musyawarah yang melibatkan Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam.
Isinya cukup tegas. Disebutkan bahwa KH Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari, hitung-hitungannya sejak keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU itu diterima.
Dan jika dalam batas waktu itu ia tak juga mengundurkan diri, konsekuensinya jelas: Rapat Harian Syuriyah PBNU akan memutuskan pemberhentiannya dari posisi tersebut.
Artikel Terkait
Swasembada Pangan: Dari Target Ambisius Menjadi Kenyataan yang Terukur
Brimob Tembak Warga di Tambang Ilegal Bombana, Empat Personel Diperiksa Propam
Iran Padamkan Internet, Tuding AS dan Israel Picu Kerusuhan dari Aksi Damai
Dentuman Kembali di Aleppo, 22 Nyawa Melayang dalam Bentrokan