Bro Ron menjelaskan bahwa PSI tidak memiliki kepentingan politik untuk memfasilitasi figur yang dinilai berseberangan dengan Presiden Joko Widodo. Menurut analisisnya, posisi Budi Arie saat ini telah kehilangan nilai politik strategis.
"Ketika BA menyatakan Projo bukan Pro Jokowi, saat itu juga branding personalnya hilang," ujar Bro Ron menegaskan.
Ia menambahkan bahwa pernyataan Budi Arie mengenai posisi Projo telah menjadi titik balik yang signifikan dalam merosotnya citra politiknya di mata publik.
Sebelumnya, rencana Budi Arie untuk bergabung dengan Partai Gerindra juga telah menghadapi gelombang penolakan dari berbagai daerah. Kader Gerindra dari berbagai wilayah termasuk Surakarta, Sidoarjo, Gresik, Batu, Tulungagung, Jakarta Timur, hingga Pematang Siantar secara terbuka menyatakan keberatan atas wacana tersebut.
Fenomena penolakan beruntun ini mengindikasikan bahwa langkah politik Budi Arie masih menghadapi resistensi yang signifikan, baik di internal partai lain maupun di kalangan relawan yang selama ini identik dengan dukungan terhadap pemerintahan Jokowi.
Artikel Terkait
Lapangan Gaspa Palopo Resmi Dibuka Usai Revitalisasi Senilai Rp 3,5 Miliar
Dua Perempuan Diamankan Polisi Usai Video Penginjakkan Alquran Viral di Lebak
Harga Emas Pegadaian Stabil, Galeri24 dan UBS Tak Bergerak
Wakil Bupati Bone Lepas Kontingen MTQ, Targetkan Juara Umum di Tingkat Provinsi