Bro Ron menjelaskan bahwa PSI tidak memiliki kepentingan politik untuk memfasilitasi figur yang dinilai berseberangan dengan Presiden Joko Widodo. Menurut analisisnya, posisi Budi Arie saat ini telah kehilangan nilai politik strategis.
"Ketika BA menyatakan Projo bukan Pro Jokowi, saat itu juga branding personalnya hilang," ujar Bro Ron menegaskan.
Ia menambahkan bahwa pernyataan Budi Arie mengenai posisi Projo telah menjadi titik balik yang signifikan dalam merosotnya citra politiknya di mata publik.
Sebelumnya, rencana Budi Arie untuk bergabung dengan Partai Gerindra juga telah menghadapi gelombang penolakan dari berbagai daerah. Kader Gerindra dari berbagai wilayah termasuk Surakarta, Sidoarjo, Gresik, Batu, Tulungagung, Jakarta Timur, hingga Pematang Siantar secara terbuka menyatakan keberatan atas wacana tersebut.
Fenomena penolakan beruntun ini mengindikasikan bahwa langkah politik Budi Arie masih menghadapi resistensi yang signifikan, baik di internal partai lain maupun di kalangan relawan yang selama ini identik dengan dukungan terhadap pemerintahan Jokowi.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Jika Aturan Zonasi Ketat Diterapkan, 75 Persen Jakarta Bisa Jadi Ruang Hijau
Ijazah Jokowi Tersangkut di Polda, Sidang Citizen Lawsuit di Solo Terus Berlanjut
Prabowo Serahkan Bonus Rp 456 Miliar, Pesan Khusus untuk Atlet SEA Games
Dari Gilgamesh ke Amazon: Kisah Abadi Manusia dan Kutukan Hutan