Badai Salju Tewaskan Dua Wisatawan di Taman Nasional Chile
PATAGONIA – Taman Nasional Torres del Paine, salah satu ikon pariwisata Chile, dilanda tragedi setelah badai salju hebat merenggut nyawa dua wisatawan asal Meksiko dan membuat tujuh orang lainnya dinyatakan hilang, Selasa (18/11).
Kelompok wisatawan tersebut dilaporkan terjebak di dalam taman sejak hari Senin, saat mereka sedang mengeksplorasi keindahan lanskap puncak granit, gletser, dan satwa liar yang menjadi daya tarik utama kawasan yang terletak 2.800 kilometer di selatan Santiago itu.
“Kondisi saat ini, ada dua korban meninggal dan tujuh orang yang masih belum diketahui keberadaannya. Seluruh upaya dan sumber daya kami saat ini difokuskan pada operasi pencarian dan penyelamatan,” ujar Jose Antonio Ruiz, seorang pejabat pemerintah daerah, dalam konferensi pers.
Operasi kemanusiaan yang melibatkan pasukan tentara dan kepolisian segera digelar di taman nasional yang telah ditetapkan UNESCO sebagai cagar biosfer sejak 1978 tersebut.
Menurut data terbaru dari badan kehutanan nasional Conaf, taman ini memiliki daya tarik yang sangat besar, dengan lebih dari 360.000 wisatawan tercatat mengunjungi cagar alam dan berbagai jalur pendakiannya pada tahun 2023.
Namun, keindahan alamnya yang memesona berbanding terbalik dengan kondisi cuaca yang tak terduga. Juan Carlos Andrades dari unit tanggap darurat Senapred memperingatkan bahwa prakiraan cuaca untuk Torres del Paine dalam beberapa hari ke depan masih diwarnai hujan es dan angin kencang. Kondisi ini disebutnya sangat berbahaya karena dapat mengurangi jarak pandang secara drastis, berpotensi membuat para pendaki tersesat dari jalur yang telah ditetapkan.
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Pembobolan Toko Ayam Krispi di Makassar, Kerugian Capai Rp9 Juta
Mahasiswi Tewas Usai Motor Tabrakan dengan Truk Gandeng di Jombang
Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Watampone, Delapan Pelajar Diamankan Bersama Parang dan Busur
Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin Tembus Final Indonesia Open 2026 Usai Kalahkan Senior